Page 78 - index
P. 78

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            dan organisasi lain, yaitu berupa jaringan perusahaan. Ini tidaklah sama
            dengan perusahaan jaringan. Ini merupakan suatu jaringan yang terben-
            tuk dari perusahaan atau bagian dari perusahaan, atau dari bagian inter-
            nal perusahaan.  Korporasi multinasional,  dengan desentralisasi inter-
            nalnya, serta link-nya bersama jaringan anak perusahaan dan pemasok
            di seluruh dunia, merupakan salah satu bentuk dari jaringan perusahaan
            ini. Termasuk aliansi strategis antarkorporasi, jaringan bisnis kecil dan
        Prenada Media Group
            menengah (seperti di Italia utara atau Hong Kong),  dan link-up  antar-
            korporasi dan jaringan bisnis kecil melalui subkontrak dan outsourcing.
                Jaringan perusahaan adalah serangkaian hubungan khusus antara
            perusahaan-perusahaan berbeda yang diatur ad hoc untuk kepentingan
            proyek tertentu, dan kemudian direformasi atau dibubarkan setelah tu-
            gasnya selesai, misalnya IBM, Siemens, Toshiba. Unit efemeral ini, yakni
            proyek di mana jaringan mitra dibentuk, yaitu unit operasi aktual dari
            perekonomian kita,  unit yang menggerakkan laba atau rugi,  unit yang
            menerima penghargaan atau hukuman,  serta unit yang merekrut atau
            memberhentikan, melalui anggota organisasinya.
                Keempat, terjadinya transformasi kerja dan lapangan pekerjaan. Pe-
            kerjaan merupakan jantung dari semua sejarah transformasi masyara-
            kat, dan boleh dikata tidak ada pengecualian untuk hal ini. Akibat pe-
            ngaruh variabel teknologi terhadap pekerjaan, dimungkinkan terjadinya
            pengang guran di bidang teknologi di beberapa negara, wilayah dan sek-
            tor lainnya, terutama di kalangan populasi tak terdidik atau negara-ne-
            gara dengan teknologi rendah, biasanya di daerah-daerah pedesaan. Hal
            ini menurut Castells, memunculkan kecemasan dan kekhawatiran ten-
            tang pekerjaan karena teknologi baru menjadi basis bisnis yang mem-
            buka peluang, antara lain: (1) operasional pekerjaan berjalan secara oto-
            matis, perusahaan menjalankan produksi di luar negeri atau melakukan
            “outsource” pasokan atau mengadakan subkontrak dengan perusahaan-
            perusahaan kecil; dan (2) pengembangan jaringan perusahaan dengan
            me lakukan subkontrak pekerjaan yang bersifat individual antara mana-
            jemen dan pekerja serta secara ad hoc  untuk waktu dan pekerjaannya
            (lihat Stalder, 2008: 61-65)
                Perkembangan ini memunculkan kecenderungan pertumbuhan la-
            pangan pekerjaan mandiri, pekerjaan temporer, dan paruh waktu yang



            66
   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83