Page 74 - index
P. 74
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
telah membubarkan kuasa terpusat dan hierarki yang dilembagakan.
Dalam masyarakat jaringan, transaksi ekonomi dan politik diarahkan
oleh organisasi yang diatur sebagai jaringan informasi. Di era masyara-
kat jaringan, internet—jaringan komunikasi terdesentralisasi—menjadi
alat utama bagi interaksi komunitas (Hartley, 2010: 178). Kemajuan yang
terjadi dalam microprocessing dan pembuatan jaringan komputer, ber-
sama dengan perkembangan sistem telekomunikasi digital, serat optik
Prenada Media Group
dan satelit, yang membangun suatu rangkaian rumit teknologi yang sa-
ling memperkuat dengan suatu potensi bagi penerapan di sistem kontrol
industri dan bisnis (Scott, 2012: 351). Produktivitas dan eisiensi kerja
organisasi, berkat perkembangan teknologi informasi dan jaringan in-
formasi melonjak pesat, yang pada gilirannya memungkinkan perusa-
haan-perusahaan untuk beroperasi pada skala global, yang didorong
oleh logika informasionalisme global yang nyaris sama.
Dalam trilogi buku yang ditulisnya, Castells menyatakan bahwa
di era masyarakat modern, yang berkembang sesungguhnya bukan se-
kadar ma syarakat informasi, melainkan masyarakat informasional, yak-
ni masyarakat di mana penerapan pengetahuan dan informasi bukan
hanya menghasilkan inovasi teknik yang kumulatif yang memberikan
k sosial,
menghasilkan arti kulasi informasi yang erat kaitannya dengan ekspansi
modal global. Dalam masyarakat informasional, Castells menyatakan
ada dua unsur penting yang menandai. Pertama, terdapat perluasan
global operasi bisnis melalui pembangunan hubungan transnasional
yang kompleks. Ke dua, peleburan jaringan ekonomi dengan jaringan in-
formasi (lihat Castells, 2000: 77-78).
Dalam analisisnya, Castells (2000: 28-76) mengembangkan pemi-
kirannya tentang masyarakat informasional dengan mengacu pada
lima karakteristik dasar teknologi informasi, yaitu: (1) informasi meru-
pakan bahan baku ekonomi; (2) teknologi informasi memiliki efek luas
pada masyarakat dan individu; (3) teknologi informasi memberikan ke-
mampuan pengolahan informasi yang memungkinkan logika jaringan
diterapkan pada organisasi dan proses ekonomi; (4) teknologi informasi
dan logik jaringan memungkinkan leksibilitas yang jauh lebih besar,
dengan konsekuensi bahwa proses, organisasi, dan lembaga dengan
62

