Page 71 - index
P. 71

BaB 4  |  Informasionalisme, Network Society, dan Perkembangan Kapitalisme ...

            gus profesor perencanaan kota dan daerah pada Universitas of Califor-
            nia,  Berkeley.  Castells lahir di Spanyol,  kemudian belajar di Paris dan
            memulai karier akademis di University of Paris.  Pada awalnya,  Castell
            lebih banyak menulis buku tentang persoalan perkotaan, seperti The Ur-
            ban Question (1977), Class, City and Power (1978), dan The City and the
            Grassroot (1983). Namun, di saat yang sama dan dalam perkembangan-
            nya kemudian, Castells lebih tertarik menyoroti perubahan sosial-eko-
        Prenada Media Group
            nomi masyarakat modernitas kontemporer yang ia yakini terkait de-
            ngan munculnya paradigma teknologi baru selama dua abad terakhir,
            yaitu teknologi informasi dan komunikasi, serta teknologi biologi yang
            berbasis ilmu pengetahuan.  Selain triloginya yang terkenal tentang
            perkembangan masyarakat jaringan, Castells pada tahun 2001 kemudian
            menerbitkan buku T    Galax  R
            and Society.


            A.  mANuel cAstells: INFormAsIoNAlIsme,
               NetworK socIety, DAN KAPItAlIsme

                Di era masyarakat modern kontemporer atau post-industrial,  para
            teoretikus modernitas umumnya sepakat bahwa perubahan sosial yang
            berlangsung bukan lagi sekadar dipicu oleh kekuatan modal kapitalisme,
            melainkan juga ditandai oleh makin dominannya peran ilmu pengeta-
            huan, pendidikan, dan adanya revolusi teknologi informasi yang kemudi-
            an melahirkan kapitalisme informasi dan masyarakat informasi. Berbeda
            dengan masyarakat industrial atau kapitalisme awal yang melahirkan
            kelas pekerja atau kaum buruh yang sehari-hari menghabiskan waktu
            di pabrik, di era masyarakat post-industrial, perkembangan teknologi in-
            formasi dan kekuatan informasi telah melahirkan gaya hidup baru, sim-
            bol-simbol baru,  dan “pekerja-pekerja kerah putih”  yang lebih banyak
            bergerak di bidang jasa,  terutama pekerjaan dan usaha yang lebih ba-
            nyak berkecimpung dengan proses mengolah informasi dan memanfaat-
            kannya untuk kepentingan ekonomi maupun sosial, dan bahkan politik.
                Sebagai salah satu tahapan perubahan,  masyarakat informasi bu-
            kanlah jenis masyarakat yang hadir begitu saja secara alamiah.  Di ba-
            nyak negara maju (sejak 1970-an),  masyarakat informasi kerap juga
            diartikan sebagai suatu bentuk kehidupan yang akan dituju dan diraih


                                                                        59
   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76