Page 70 - index
P. 70
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
dan demokrasi liberal telah meneguhkan diri mereka terhadap seluruh
sistem pesaing dan memperlihatkan seolah mereka tidak akan pernah
sirna (Fukuyama, 1992). Di era puncak modernitas, industrialisasi telah
mengalami pertumbuhan menjadi ekonomi pengetahuan, di mana pe-
ngetahuan dan pendidikan menjadi faktor utama dalam produksi, se-
mentara kepemilikan modal pelan-pelan dinilai telah mulai kehilangan
perannya yang signiikan sebagai penggerak kapitalisme.
Prenada Media Group
Daniel Bell, salah satu teoretikus modernitas kontemporer, di awal
1950-an pertama kali melontarkan frasa “masyarakat post-industrial”.
Pemikiran kemunculan masyarakat post-industrial ini sebenarnya juga
k non-Marxian,
(1957) dalam idenya tentang masyarakat post-capitalism yang khas,
dipimpin oleh suatu kelas jasa yang berdasarkan pengetahuan (Scott,
326). perinci, T
(1969, 1978) yang dimaksud masyarakat post-industrial adalah sebuah
masyarakat teknokratis atau masyarakat terprogram di mana penge-
tahuan teknik telah menjadi landasan dari hubungan kekuasaan yang
mengorganisasi dan mengontrol aktivitas sosial dan menjadi pendorong
utama dalam pertumbuhan ekonomi (Scott, 2012: 327).
Bab ini, secara khusus akan lebih banyak mencurahkan perhatian
pada salah satu teoretikus modernisme kontemporer yang terakhir,
yaitu karya mutakhir dan teori tentang informasionalisme dan perkem-
bangan masyarakat jaringan dari Manuel Castells. Castells ialah igur
sentral yang membahas disorganisasi modernitas, dan merupakan teo-
retikus ilmu sosial yang menjembatani proses transisi perkembangan
teori modernitas ke teori globalisasi dan teori postmodern. Komputer
dan aliran informasi, dalam pandangan Castells telah mengubah dunia
dan menimbulkan berbagai masalah sosial-ekonomi serta budaya yang
menjadi ciri masyarakat modern kontemporer atau masyarakat post-
industrial. Castells diakui sebagai salah satu teoretikus masyarakat in-
formasi setelah menerbitkan trilogi bukunya yang terkenal, The Infor-
mation Age: Economy, Society, and Culture, yang terdiri dari tiga volume,
yaitu Volume 1: The Rise of Network Society (1996), Volume 2: The Power
of Identity (1997), dan Volume 3: End of Millennium (1998).
Castells saat ini menjabat sebagai seorang profesor sosiologi sekali-
58

