Page 75 - index
P. 75
BaB 4 | Informasionalisme, Network Society, dan Perkembangan Kapitalisme ...
mudah dapat diubah dan bentuk-bentuk baru terus-menerus diciptakan;
dan (5) teknologi individu telah mengerucut menjadi suatu sistem yang
terpadu.
Di era masyarakat post-industrial, satu hal yang penting yaitu apa
yang disebut Castells sebagai “jaringan”. Fungsi dan proses dominan
inf “jaringan”
“ lain”.
Prenada Media Group
Jaringan tersebut bersifat terbuka, mampu melakukan ekspansi tanpa
batas, dinamis, dan mampu berinovasi tanpa merusak sistem. De-
ngan adanya “jaringan” ini, telah memungkinkan kapitalisme dapat
mengglobal dan terorganisasi berdasarkan aliran keuangan global. Per-
kembangan perusahaan transnasional yang menggurita di berbagai
negara, tidak akan pernah bisa terjadi jika tidak didukung teknologi
informasi yang mampu memadukan jaringan kerja dan komunikasi se-
cara terintegrasi.
Dalam kajian yang dilakukan, Castells melihat bahwa mengiringi
bangkitnya ekonomi informasional global ini, konsekuensi yang tidak
terhindarkan yaitu munculnya bentuk organisasional baru yang disebut
perusahaan jaringan (network enterprise). Yang dimaksud perusahaan ja-
ringan adalah bentuk spesiik perusahaan yang sistem sarananya diba-
ngun dari titik temu sejumlah segmen sistem tujuan otonom. Perusahaan
jaringan ini merupakan perwujudan dari kultur ekonomi informasional
global yang memungkinkan transformasi tanda-tanda ke komoditas.
Selain perusahaan jaringan, berseiring dengan tumbuhnya masyara-
kat informasional, muncul pula perkembangan kebudayaan virtual riil,
yaitu satu sistem di mana realitas itu sendiri sepenuhnya tercakup dan
sepenuhnya masuk ke dalam setting citra maya, di dunia fantasi, yang di
dalamnya tampilan tidak hanya ada di tempat dikomunikasikannya peng-
alaman, tetapi juga ada dalam dunia maya. Ketika teknologi informasi
makin berkembang dan lahir masyarakat informasional, maka dunia
boleh dikata telah memasuki era masa tanpa waktu, di mana masyarakat
menjadi didominasi oleh proses daripada lokasi isik. Dalam kaitan ini,
kita memasuki era “masa tanpa waktu”. Di belahan dunia mana pun
manusia berada, di sana yang namanya informasi segera bisa tersedia dan
diakses masyarakat. Tidak ada regulasi dan kerangkeng besi yang bisa
63

