Page 212 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 212
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
Tanpa disadari segala kegiatan yang dilakukan agen yang bertujuan
mempertunjukkan kinerja terbaiknya, telah membantu menegakkan struktur
di bagian Layanan Referensi. Layanan Referensi dimanfaatkan oleh Kepala
Perpustakaan sebagai arena untuk membangun jaringan dengan berbagai
komponen di dalam Universitas, seperti Dekan, para Guru Besar dan Pejabat
Universitas lainnya. Dengan keberadaan layanan referensi baru tersebut
di Perpustakaan, Kepala Perpustakaan mampu mendatangkan Rektor dan
Pejabat Universitas maupun Fakultas mengunjungi Perpustakaan untuk
menghadiri acara-acara yang diselenggarakan di Perpustakaan. Kepala
Perpustakaan juga memiliki kesempatan mempromosikan berbagai
layanan baru serta mengungkapkan berbagai keberhasilan yang telah
dicapainya kepada para pimpinan Fakultas dan Universitas. Kegiatan-
kegiatan Perpustakaan dijadikan momentum oleh Kepala Perpustakaan
untuk mengekspresikan eksistensinya. Seminar, workshop, diskusi dan
sebagainya digunakannya sebagai panggung. Sebagai Kepala Perpustakaan
ia mempunyai kekuataan untuk memanggungkan dirinya.
Transformasi layanan referensi yang dikaji dengan pendekatan
ekonomi politik memperlihatkan bahwa inovasi layanan yang dikonstruksi
merupakan representasi dari digitalisasi Perpustakaan Universitas
Indonesia. Fenomena komodifikasi pemustaka, tokoh, ilmuwan, nara
sumber kegiatan, dan juga website Perpustakaan; spasialiasi moda layanan
referensi; dan strukturasi antar agen yang terlibat dalam tata kelola
Perpustakaan untuk mendukung visi Universitas Indonesia menjadi World
Class Research University, dapat dibaca sebagai rekonstruksi layanan
Perpustakaan UI.
Argumentasi tesis yang dibangun dari penelitian adalah pemustaka -
dalam hal ini para guru besar - yang pada mulanya merupakan konsumen
layanan referensi berubah menjadi komoditas yang dimanfaatkan oleh
pustakawan dan kepala perpustakaan yang membentuk ulang relasi antara
pemustaka dengan pustakawan.
Adapun abstraksi dari temuan penelitian bahwa dalam kerangka
ekonomi politik, transformasi layanan referensi Perpustakaan UI
merekonstruksi relasi para aktor yang terlibat dalam layanan referensi.
B. Rekomendasi
Tata kelola perpustakaan merupakan arena pertarungan ekonomi
politik para agen pengelolanya. Setiap agen dalam struktur sistem
organisasi perpustakaan mempunyai kepentingan ‘terselubung’ yang dapat
dimainkan. Kajian-kajian bidang perpustakaan dan informasi senyatanya
dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan kritis untuk memahami
fenomena baru yang berbeda dari kajian manajerial yang selama ini
192 Komodifikasi Pemustaka dalam Transformasi Layanan ...

