Page 208 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 208
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
langsung memudahkan pustakawan untuk berinteraksi dengan guru besar.
Kekakuan, jarak sosial, perilaku dan keengganan yang biasanya dialami
pustakawan teratasi dengan spasialiasi. Bahkan pustakawan referensi juga
memanfaatkan jaringan atau network yang terbangun dengan pemustaka.
Kedekatan relasi yang akhirnya bisa terjalin menjadikan pemustaka sebagai
pangsa pasar dari transaksi online yang dilakukan pustakawan.
Layanan Perpustakaan UI dijadikan tempat untuk menunjukkan kinerja
terbaik para agen yang terlibat didalamnya. Kinerja terbaik yang dimaksud
dalam penelitian ini adalah cara para agen dalam hal ini pustakawan
bagian referensi, menunjukkan atau memperlihatkan kapabilitas, keahlian,
kecakapan, kemahiran, kepandaian, kepiawaian, keterampilan dan
kompetensi kepada pihak atau khalayak yang ditargetkannya. Kinerja
terbaik ini dilakukan terkait dengan layanan referensi oleh para agen yakni
Kepala Perpustakaan, Koordinator Layanan, dan Staf Layanan Referensi
di Perpustakaan UI.Tanpa disadari segala kegiatan yang dilakukan agen
yang bertujuan mempertunjukkan kinerja terbaiknya, telah membantu
menegakkan struktur di bagian Layanan Referensi.
Pertunjukan kinerja terbaik para agen ini nampak dalam operasi
layanan referensi sebagai berikut Kepala Perpustakaan menunjukkan
kemampuannya mengundang pemustaka perpustakaan yakni para
guru besar dan mahasiswa terutama mahasiswa pascasarjana untuk
memafaatkan layanan referensi virtual (EDS). Besarnya jumlah pemustaka
layanan EDS dan layanan referensi lainnya merupakan salah satu indikator
keberhasilan, oleh karena itu Kepala Perpustakaan mendorong Koordinator
Layanan Perpustakaan melakukan promsosi dengan berbagai cara untuk
mendatangkan pemustaka layanan referensi melalui berbagai kegiatan
seperti Road Show ke Fakultas atau pembuatan banners. Pada saat yang
sama Kepala Perpustakaan juga menunjukkan modal simboliknya kepada
pemustaka dan staf Perpustakaan yang dipimpinannya dalam membangun
jaringan dengan pimpinan di lingkungan UI.
Koordinator Layanan Referensi memiliki kewenangan melakukan
korespondensi dengan berbagai unit, baik di dalam maupun di luar
Perpustakaan, seperti mengirim undangan atau melakukan kerjasama
dengan Dekan Fakultas atau bahkan Ketua Departemen dalam rangka
mendatangkan audience yakni sivitas akademika UI untuk mengikuti
berbagai pelatihan, workshop atau sekedar promosi layanan dan sumber-
sumber informai perpustakaan.
Dalam rangka mendatangkan sebanyak mungkin audience pada
kegiatan berbagai kegiatan Perpustakaan, Kepala Perpustakaan memberi
kewenangan penuh kepada Koordinator Layanan untuk melakukan
korespondensi langsung dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di
188 Komodifikasi Pemustaka dalam Transformasi Layanan ...

