Page 203 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 203
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
langsung antara pemustaka dan pustakawan bertransformasi melalui
moda teknologi komunikasi seperti short message service, e-mail, dan
whatsapp. Melalui moda-moda tersebut kendala geografis dapat diatasi.
Komodifikasi pemustaka dan spasialisasi layanan referensi dalam
transformasi layanan referensi saling berkaitan, bagai dua sisi mata uang.
Keduanya terjadi bersamaan. Meningkatnya jumlah jurnal elektronik dan
basis data digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Universitas
Indonesia akan meningkatkan akses ke jurnal dan basis data tersebut.
Meningkatnya akses oleh pemustaka dapat dimanfaatkan oleh pengelola
Perpustakaan Universitas Indonesia untuk meningkatkan kuantitas dan
kualitas e-resources.
Kepala Perpustakaan juga pandai dalam memainkan perannya sebagai
individu dengan menggunakan Perpustakaan UI sebagai panggung berbagai
kegiatan untuk meningkatkan eksistensinya. Perpustakaan sebagai place
atau ruang dimanfaatkan untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang tidak
selalu berkaitan dengan fungsi perpustakaan. Perpustakaan dijadikan tempat
berbagi informasi dan pengetahuan. Sebagai contoh kegiatan pameran
dan penjualan batu akik, serta pementasan pencak silat, diantaranya.
Orang-orang yang diundang atau yang ‘menawarkan diri’ sebagai nara
sumber dijadikan sebagai komoditas oleh kepala perpustakaan. Kepala
Perpustakaan melakukan komodifikasi atas orang-orang tersebut sebagai
alat untuk eksistensi diri kepada otoritas universitas. Semua kepentingan
itu memang pada ujungnya juga akan meningkatkan perhatian otoritas
universitas terhadap perkembangan Perpustakaan UI. Kepentingan atas
nama kemajuan Perpustakaan UI maupun kepentingan ‘pribadi’ kepala
perpustakaan menjadi dasar praktik komodifikasi itu terkonstruksi.
C. Spasialisasi dan Strukturasi Dalam Tata Kelola Layanan Referensi
1. Pustakawan Sebagai Agen Perubahan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan
bentuk resources dari tercetak ke elektronik secara langsung mengubah
konsep layanan referensi di perpustakaan. Perpustakaan UI mengembangkan
beberapa layanan baru, antara lain E-Resources Delivery Services (EDS);
K-ATM (Knowledge - Ambil Tanpa Mengembalikan); Digital Literacy
Program (DLP); Roadshow layanan; Pelatihan Literasi Informasi .
Pengembangan berbagai program layanan referensi tersebut di atas
bertujuan untuk memanfaatkan e-resources yang dilanggan UI dengan
mendekatkan diri pustakawan kepada pemustaka, supaya pustakawan
lebih mengenal dan memahami kebutuhan spesifik pemustaka. Digitalisasi
layanan referensi di Perpustakaan UI merupakan implementasi dari
Indira Irawati 183

