Page 201 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 201
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
dan kebingungan dalam menelusur informasi yang tepat sesuai dengan
kebutuhan informasi mereka. Dalam kondisi seperti ini, pustaakawan
mampu menemukan solusi bagi pemustaka. Posisi pustakawan menjadi
dominan karena pemustaka mengandalkan pustakawan dalam menemukan
informasi ilmiah yang diperlukannya. Pustakawan mempunyai ketrampilan
melakukan penelusuran informasi dan keterampilan dalam menjelajahi
belantara internet. Teori dominasi sosial Sidanius dan Pratto (1999)
mendukung adanya dominasi pustakawan atas pemustaka dalam hal
penelusuran informasi. Salah satu nama yang sangat populer dan melekat
di benak pemustaka di era internet sekarang adalah ‘Google’. Google
Scholar dalam konsep spasialisasi Mosco merupakan sebuah virtual
space, dalam arti space tanpa place. Virtual space atau ruang maya adalah
sebuah ruang yang tidak memerlukan tempat secara fisik. Virtual space
menjembatani manusia dengan informasi melalui media teknologi. Tetapi
tanpa keterampilan dalam menjelajahi dunia maya, maka media teknologi
ini tidaklah bermanfaat bagi pemustaka. Karenanya sebagian informan
pemustaka tetap memilih jurnal elektronik yang dilanggan Perpustakaan
Universitas Indonesia sebagai sumber bacaan dan referensi mereka.
Transformasi koleksi yang terjadi di Perpustakaan UI sangat signifikan.
Tujuh puluh persen koleksi saat ini dalam bentuk e-resources. Hal ini
tentu berdampak pada moda layanan yang diterapkan serta kompetensi
pustakawan yang dibutuhkIan. Fase transformasi koleksi yang terjadi di
Perpustakaan UI sebagai berikut:
ʹͲͲͲ
•
• Ǧ
ȋ
ǡ Ǧǡ
• ǡ
Ȍ
•
•
•
• •
•
•
ͳͻͻͲ ʹͲͳͲ
•
•
•
Gambar 1. Fase transformasi koleksi Perpustakaan Universitas Indonesia
2. Pemustaka Sebagai Komoditas
Pertumbuhan informasi eletronik yang luar biasa dan perkembangan
teknologi menggiring pemanfaatan koleksi referensi tercetak menurun .
Kenyataan bahwa perkembangan teknologi informasi dan
internet yang
•
memudahkan pencarian literatur justru menjadi tantangan bagi pustakawan
•
•
•
• •
Indira Irawati • 181
Rektor
Kepala
Perpust
akaan
Koordin
ator
Layanan
referen
si
Pustaka
wan
Referen
si

