Page 196 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 196

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            mempersiapkan berbagai pendekatan untuk mengakomodasi kebutuhan
            mereka.
                Transformasi layanan referensi dari manual menuju digital adalah suatu
            proses adaptasi terhadap  perkembangan  teknologi  dan masyarakatnya.
            Hampir  semua  informasi  tersaji  dalam  format  digital.  Meski  demikian,
            perubahan ini bukanlah sesuatu yang diterima begitu saja. Perubahan ini
            tidak hanya menjadi masalah bagi pemustaka tetapi juga bagi manajemen
            perpustakaan termasuk pustakawan. Parameter utama keberhasilan layanan
            ini adalah kebermanfaatannya bagi pemustaka.
                Kenyataannya  transformasi  tidak  mengubah  tujuan  utama    layanan
            referensi. Hanya moda layanaan, interaksi, dan cara menjawab pertanyaan-
            pertanyaan rujukan yang mengalami perubahan. Layanan referensi 24/7
            juga memungkinkan pemustaka memanfaatkan layanan ini sesuai dengan
            waktu mereka.  Pustakawan referensi Perpustakaan UI bertugas sebagai
            intermediary antara koleksi perpustakaan dengan pemustaka. Digitalisasi
            atau transformasi koleksi dari tercetak menjadi digital merupakan beban
            tambahan  bagi  pustakawan  referensi,  karena  permohonan  penelusuran
            informasi bisa datang kapan saja dan dari mana saja dan jumlah artikel
            relevan yang didapat adalah  kunci keberhasilan layanan.

            2. Trajektori Layanan Referensi
                Lebih dari satu dasawarsa Perpustakaan Universitas Indonesia (UI)
            telah  memanfaatkan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  (TIK)  dalam
            penyelenggaraan  layanan  perpustakaannya,  termasuk  layanan  referensi.
            Layanan  referensi  berbasis  TIK  (digital)  ini    bertujuan  membantu
            mahasiswa  pascasarjana  Universitas  Indonesia,  khususnya  yang  sedang
            mengerjakan tugas akhir atau penelitian, untuk memperoleh literatur atau
            informasi.
            3. Eksistensi Layanan Referensi
                Tersedianya  layanan  digital  membuat  pemustaka    lebih  mudah
            mendapatkan akses ke sumber  informasi. Penelusuran dapat dilakukan
            kapan saja dan di mana saja melalui link http://lib.universitas indonesia.
            ac.id/opac/universitas  indonesia/.    Pustakawan  melayani  pemustaka
            secara online melalui email, chatting,  facebook dan twittter. Pemustaka
            dapat mengajukan pertanyaan  atau menghubungi  pustakawan  melalui
            alamat  email  refdesk.lib@universitas  indonesia.ac.id,  akun    facebook.
            com/perpustakaan-universitas-Universitas Indonesia, twitter dengan akun
            @universitas indonesia-library, juga melalui chatting dengan akun chatref.
            universitas indonesia.ac.id.
            4. Digitalisasi Layanan Referensi
                Namun, digitalisasi juga memberi  keleluasaan  pada  pustakawan

            176                      Komodifikasi Pemustaka dalam Transformasi Layanan ...
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201