Page 192 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 192

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik


                                  III. LANDASAN TEORI

            A. Transformasi Layanan Referensi
                Transformasi  adalah  perubahan  yang  bersifat  struktural,    bertahap,
            menyeluruh, dan tidak bisa dikembalikan  ke bentuk semula (Danabalan
            dalam  Diao Ai  Lien,  2004).    Habraken  sebagaimana  dikutip  Pakilaran
            (2006)  menyebutkan  faktor  yang  menyebabkan  transformasi  adalah
            kebutuhan identitas diri, karena pada dasarnya orang ingin dikenal dan ingin
            memperkenalkan  diri  terhadap  lingkungannya.  Substansi  transformasi
            adalah perubahan.
                Transformasi  menurut  Daszko,  Macur,  dan  Sheinberg  (2005)
            merupakan  perubahan  bentuk,  fungsi  atau  struktur  secara  keseluruhan
            menjadi sesuatu yang baru dan belum pernah ada sebelumnya, termasuk
            perubahan  dalam  pola  pikir  individu.  Sementara  itu,  Dewey  (2008)
            mengatakan  bahwa  transformasi  adalah  suatu  hasil  migrasi  dari  bentuk
            tercetak  ke  digital,  sehingga  tercipta  ruang  fisik  baru  dan  virtual  untuk
            mendukung perubahan kebutuhan pemustaka. Berdasarkan kedua definisi
            mengenai  transformasi  tersebut  dapat  disimpulkan  bahwa  transformasi
            merupakan suatu perubahan seluruh bentuk, fungsi, dan struktur hingga
            terciptanya ruang fisik baru yang bertujuan untuk mendukung perubahan
            kebutuhan informasi pemustaka.

            B. Layanan Referensi Digital
                Istilah Perpustakaan digital bukan hanya sekedar sebuah ‘perpustakaan
            yang didigitalisasi (digitized library)’. Perpustakaan digital adalah suatu
            cara baru dalam memperlakukan ilmu pengetahuan sehubungan dengan
            cara melestarikan, menghimpun, mengatur, menyebarkan, dan mengakses
            pengetahuan itu. Penciptaan perpustakaan digital secara umum bertujuan
            mengembangkan  akses seluas-luasnya bagi pengguna, meningkatkan
            penggunaan dan keefektifan perpustakaan, dan menciptakan cara baru bagi
            pengguna  dalam  berinteraksi  dengan  informasi  (Tennant,  2004; Witten,
            2010).
                Layanan  referensi  sebagai  ujung  tombak  layanan  di  perpustakaan
            juga mengalami metamorfosa. Layanan yang tadinya berbasis tatap muka
            langsung,  bertransformasi    menjadi  berbasis  virtual  (maya).  Transaksi
            inilah yang disebut dengan layanan referensi digital atau virtual. Layanan
            referensi virtual adalah layanan referensi yang dilakukan secara eletronik,
            yang  mana  pemustaka  menggunakan  perangkat  komputerdan  teknologi
            lainnya  untuk  berkomunikasi  dengan  staf  pustakawan  referensi  tanpa
            bertemu secara fisik (RUSA, 2012).


            172                      Komodifikasi Pemustaka dalam Transformasi Layanan ...
   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197