Page 197 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 197
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
dalam berkomunikasi dengan pemustaka, terutama dengan para guru
besar. Sosok guru besar yang dalam komunikasi atau layanan tatap muka
dianggap ‘dewa’ dengan karakteristik disegani, bahkan ditakuti, dihormati,
senang dilayani, keberadaan ruang cyber telah menghilangkan relasi
hirarkis antara pustakawan dengan guru besar. Komunikasi lebih cair
dalam ruang cyber. Pustakawan bahkan secara tidak sengaja juga dapat
mengkomodifikasi pemustaka untuk kepentingan pribadinya. Pertemanan
yang terjalin dalam aktivitas pemustaka dan pustakawan, berkembang
menjadi pertemanan dalam media sosial. Hal ini adalah praktik relasi
manusia yang terbentuk dengan adanya teknologi. Hal ini menunjukkan
bahwa adaptasi TIK di perpustakaan membatasi tetapi juga membebaskan
ruang gerak pustakawan dalam relasinya dengan pemustaka. Penguasaan
teknologi dalam digitalisasi layanan referensi tidak lepas dari konteks
kultural pemustaka dan pustakawan yang membentuk perilakunya dalam
berteknologi. Asumsi dasarnya adalah bahwa perilaku dalam berteknologi
tidak lepas dari konteks sosiokultural pemustaka.
B. Komodifikasi Dalam Layanan Referensi Berbasis Digital
Penelitian transformasi layanan referensi ini dibingkai dengan
menggunakan teori ekonomi politik Vincent Mosco yang mengkaji
keberlangsungan hidup para aktor dalam era digital. Secara umum ekonomi
politik adalah studi tentang kontrol dan bertahan dalam kehidupan sosial.
Kontrol mengacu pada bagaimana masyarakat mengatur dirinya sendiri,
mengelola urusan dan mengalami keberhasilan atau kegagalan beradaptasi
dengan perubahan yang mereka hadapi. Kontrol adalah proses politik
karena membentuk hubungan dalam masyarakat, dan kelangsungan
hidup adalah masalah ekonomi karena menyangkut proses produksi dan
reproduksi.
Tiga konsep dalam teori ekonomi politik Vincent Mosco (2009)
adalah komodifikasi, spasialisasi dan strukturasi. Kajian ini mencoba
mengungkap kompleksitas relasi manusia dan teknologi pada layanan
referensi Perpustakaan UI melalui perspektif kajian budaya dan media.
Permasalahan relasi manusia dan teknologi dalam layanan perpustakaan
umumnya dan khususnya layanan referensi belum menjadi domain
penelitian. Tujuan penelitian adalah membongkar komodifikasi pemustaka,
spasialisasi layanan, dan strukturasi para agen atau aktor dalam transformasi
layanan referensi.
1. Transformasi Sumber Daya Informasi
Perkembangan teknologi informasi dalam dua dekade belakangan ini,
khususnya pertumbuhan internet berdampak langsung pada perubahan
layanan referensi di perpustakaan. Pada awal kemunculannya layanan
Indira Irawati 177

