Page 194 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 194

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                Pertama, Komodifikasi merupakan proses mengubah barang dan jasa
            yang bernilai guna menjadi barang dan jasa yang bernilai jual. Ada tiga jenis
            komodifikasi, yang pertama yaitu komodifikasi isi media yang merupakan
            proses mengubah pesan dari kumpulan informasi kedalam sistem makna
            dalam  wujud  produk  yang  dapat  dipasarkan.  Layanan  referensi  dalam
            dunia  perpustakaan  bertanggung  jawab  dalam  memproduksi  beragam
            kemasan informasi untuk dipasarkan kepada khalayak, yakni pemustaka.
            Perpustakaan UI memproduksi antara lain anjungan K-ATM kependekan
            dari Knowledge-Ambil Tanpa Mengembalikan, yang merupakan kumpulan
            berbagai informasi dalam format buku elektronik yang dapat diunduh dan
            dikategorikan  atas berbagai subyek pengetahuan.   Produksi lain adalah
            Electronic  Delivery Service atau EDS, yakni layanan  diseminasi paket
            informasi kepada para guru besar di lingkungan UI.
                Kedua,  komodifikasi  khalayak,  yang  merupakan  komodifikasi
            pembaca oleh perusahaan media dan pengiklan dari fungsi awal sebagai
            konsumen media menjadi konsumen khalayak selain media. Perusahaan
            media, pada proses ini, memproduksi khalayak melalui  suatu program
            untuk selanjutnya  dijual  kepada pengiklan. Ada proses kerjasama  yang
            saling  menguntungkan  antara  perusahaan  media  dan  pengiklan,  dimana
            perusahaan media dipakai sebagai sarana untuk menarik khalayak, yang
            selanjutnya  dijual  kepada  pengiklan.  Pada tata  kelola  perpustakaan,
            pemustaka layanan referensi, terutama para guru besar,  dikomodifikasikan
            menjadi produk yang dijual kepada penguasa UI dan pengambil keputusan
            untuk meningkatkan belanja koleksi Perpustakaan UI.
                Terakhir  atau  ketiga  yaitu  komodifikasi  pekerja  media  yang  dapat
            dilakukan melalui dua cara, yakni mengatur flleksibilitas dan kontrol atas
            pekerja, dan menawarkan pekerja media untuk meningkatkan nilai tukar
            dari  isi  pesan  media.  Dalam  ranah  perpustakaan,  pustakawan  referensi
            diatur dan dikontrol oleh sistem dan kebijakan untuk melayani kebutuhan
            informasi  khalayaknya. Sistem kontrol yang tidak seimbang dengan sistem
            kerja  meresahkan  pustakawan.  Pustakawan  dikomodifikasikan  sebagai
            nilai jual kepada pemegang kekuasaan di lingkungan UI.
                Kedua,  Spasialisasi merupakan proses mengatasi kendala tempat
            dan waktu dalam kehidupan sosial antara lain dengan media massa dan
            teknologi komunikasi, misalnya internet mendobrak hambatan waktu dan
            jarak untuk berinteraksi dalam era digital. Spasialisasi meliputi globalisasi
            ke seluruh penjuru dunia. Spasialisasi  dalam  kerangka  ekonomi  politik
            perpustakaan  secara  tradisional  merupakan  perpanjangan  kekuasaan
            negara  atau  korporasi  terutama  dalam  industri  budaya. Dalam ranah
            perpustakaan,  spasialisasi  bertautan  dengan  sejauh  mana  perpustakaan
            mampu menyajikan informasi pada pemustaka dalam batasan ruang dan

            174                      Komodifikasi Pemustaka dalam Transformasi Layanan ...
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199