Page 193 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 193
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
C. Teori Ekonomi Politik
Teori ekonomi politik dapat dibaca sebagai teori yang berkaitan
dengan kajian relasi sosial, khususnya relasi kekuasaan yang bersama-
sama membentuk produksi, distribusi dan konsumsi sumberdaya.
Pendekatan ekonomi politik dalam kajian perpustakaan dapat digunakan
untuk menelaah kemungkinan keterlibatan kekuatan kelompok tertentu
dalam tata kelola perpustakaan. Ini dikarenakan perpustakaan mengalami
proses dinamis dalam setiap aktivitas tata kelolanya.
Dalam riset media, istilah ‘ekonomi politik’ dikaitkan dengan persoalan
makro tentang kepemilikan dan kontrol terhadap media, penetapan arah
dan faktor lain yang mempertemukan industri media dengan ekonomi
politik dan elit politik (Mosco, 2009). Proses konsolidasi, diversifikasi,
komersialisasi, internasionalisasi, merupakan fokus kajian ekonomi politik
yang dilakukan dalam rangka mendapatkan keuntungan dengan cara
mencari khalayak pemirsa sebanyak-banyaknya untuk memasang iklan.
Dalam konteks penelitian perpustakaan ini, konsep ekonomi politik
diterapkan untuk mendapatkan gambaran proses digitalisasi, konsolidasi,
dan komersialisasi layanan referensi dalam rangka meningkatkan peringkat
Universitas Indonesia sesuai dengan visinya menjadi World Research
Class University. Pengadaan koleksi digital secara masif dan penciptaan
beragam layanan referensi digital merupakan alat atau komoditas yang
digunakan perpustakaan untuk menarik pemustaka memanfaatkan seluas-
luasnya fasilitas perpustakaan. Perpustakaan dalam konteks teori Ekonomi
Politik Media menjadi sebuah media yang memediasi koleksi dan layanan
perpustakaan dengan masyarakat ilmiah Universitas Indonesia.
Istilah ekonomi politik dalam arti sempit adalah kajian mengenai
hubungan sosial terutama mengenai kekuatan yang ada dalam hubungan
yang mempengaruhi produksi, distribusi, dan konsumsi atas sumber daya.
Dalam arti yang lebih luas, ekonomi politik adalah kajian mengenai kontrol
dan kelangsungan hidup dalam kehidupan sosial (Mosco, 2009). Kontrol
mengacu pada bagaimana masyarakat mengatur dirinya sendiri, mengelola
urusan, menata kegagalan atau keberhasilan untuk beradaptasi dengan
perubahan yang mereka hadapi. Kelangsungan hidup berarti bagaimana
orang menghasilkan apa yang mereka butuhkan untuk mereproduksi diri
mereka sendiri dan untuk menjaga kelangsungan hidup masyarakat. Ini
berarti, kontrol adalah proses politik karena membentuk hubungan dalam
masyarakat, dan kelangsungan hidup adalah masalah ekonomi karena
menyangkut proses produksi dan reproduksi. Ada tiga konsep untuk
mengaplikasikan teori ekonomi politik dalam kajian komunikasi, yaitu
komodifikasi, spasialisasi, dan strukturasi (Mosco 2009: 2). Ketiga konsep
ini dipaparkan sebagai berikut.
Indira Irawati 173

