Page 191 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 191

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            reference: a case study of question types of academic library’. Hasil studi
            menunjukkan bahwa pemustaka layanan referensi sering menanyakan perihal
            yang hampir sama, baik secara langsung maupun melalui e-mail. Medikani
            mengkaji  keberhasilan  layanan  referensi  e-mail  di  Perpustakaan  British
            Council. Kajian menunjukkan bahwa 88% pertanyaan ready reference dapat
            dijawab oleh  pustakawan.  Eylem  Ozkaramanl  (2005)  dalam  disertasinya
            berjudul  ‘Librarian’s  perception  of  quality  digital  reference  services  by
            Means  of  critical  incidents’  menjelaskan  bahwa  perkembangan  internet
            menimbulkan rangsangan dan tantangan baru bagi pemustaka perpustakaan. Ia
            menambahkan, layanan referensi dalam format digital merupakan hal penting
            yang harus dilakukan  perpustakaan  guna  menghadapi  era  internet  (Eylem,
            2005:1). Duinkerken, Stephens, dan Mac Donald  (2009)  menulis mengenai
            ‘The chat reference interview: seeking evidence based on RUSA’, menemukan
            bahwa  sebesar  83%  pertanyaan  referensi  dapat  dipenuhi  oleh  pustakawan.
            Ramos dan Abrigo (2009) melakukan penelitian evaluasi layanan referensi
            digital di beberapa perpustakaan perguruan tinggi di Filipina. Hasil penelitian
            menunjukkan  layanan  referensi  digital  belum  dijalankan  secara  maksimal.
            Penelitian yang pernah dilakukan Eylem, diperkuat lagi oleh Wolfe, Naylor,
            dan Drueke (2010) dalam artikel yang berjudul ‘ The role of academic reference
            librarian in learning commons’. Dijelaskan bahwa teknologi informasi dan
            komunikasi yang berkembang berdampak pada perubahan media komunikasi
            yang digunakan oleh  pustakawan  referensi.  Mereka  menegaskan  bahwa
            perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ‘memaksa’ pustakawan
            dan  perpustakaan  untuk  mengimplementasikan  layanan  referensi  melalui
            surat elektronik (e-mail), percakapan online (chatting), pesan instan (instan
            message), voice internet protocol (VoIP), dan pesan teks (Wolfe, Naylor, dan
            Drueke, 2010: 108-109).
                Satibi melakukan kajian evaluasi layanan referensi e-mail di Perpustakaan
            Universitas Indonesia pada periode September 2011-Oktober 2013.  Selama
            periode itu pertanyaan yang masuk melalui layanan referensi email berjumlah
            366  pertanyaan  dengan  rata-rata  15  pertanyaan/bulan,  dan  pertanyaan
            terjawab 40%. Kevin melakukan penelitian tentang pemberdayaan media
            sosial twitter sebagai media promosi di Perpustakaan Universitas Indonesia.
            Ternyata, twitter sebagai salah satu media sosial yang sangat populer dan
            banyak digunakan untuk berbagai kepentingan belum dimanfaatkan secara
            maksimal di perpustakaan. Gambaran penelitian-penelitian di atas  memberi
            kesempatan pada penulis untuk melakukan penelitian tentang digitalisasi
            layanan perpustakaan dengan fokus pada layanan referensi di Perpustakaan
            Universitas Indonesia yang tidak hanya focus pada aspek teknologi,  tetapi
            aspek teknologi dan relasinya dengan manusia.



            Indira Irawati                                                171
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196