Page 187 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 187

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            Pustakawan  melayani  pemustaka  secara  online  melalui  fasilitas  berupa
            email, chatting,  facebook dan twittter. Jadi pemustaka dapat mengajukan
            pertanyaan  atau menghubungi pustakawan melalui alamat email refdesk.
            lib@ui.ac.id,  akun    facebook.com/perpustakaan-universitas-indonesia,
            twitter  dengan akun @ui-library, juga melalui  chatting  dengan akun
            chatref.ui.ac.id.
                Beberapa penelitian yang telah dilakukan di Perpustakaan UI  serta
            mengenai    Perpustakaan  UI  (Satibi,  2013;  Kevin,  2014  ;  Noor,  2014),
            menunjukkan  bahwa  layanan  referensi  digital  melalui  e-mail  maupun
            twitter  belum memberikan performa yang  baik. Layanan referensi e-mail
            selama periode 2011-2013 hanya menerima 366 pertanyaan dengan rata-
            rata  15  pertanyaan/bulan  dan  pertanyaan  yang  terjawab  sebanyak  40%.
            Rata-rata pertanyaan baru terjawab dalam waktu 83 jam setelah pertanyaan
            diterima. Hampir semua pemustaka layanan referensi e-mail  melakukan
            satu kali transaksi selama periode 2011 – 2014 tersebut. Layanan referensi
            melalui twitter, ternyata performanya tidak jauh berbeda dengan layanan
            e-mail.  Akun  twitter  Perpustakaan  UI  merupakan  twitter    terbanyak
            followernya diantara  twitter yang dimiliki oleh perpustakaan perguruan
            tinggi lainnya di Indonesia.
                Perubahan  pada awalnya sering mendapat penolakan. Kebanyakan
            orang tidak  senang  perubahan  karena  perubahan  dirasakan  sebagai
            ancaman  yang menakutkan, atau  minimal  mengusik  kenyamanan.
            Resistensi  atau  penolakan  terhadap  perubahan  pada  umumnya  terjadi
            ketika ada sesuatu yang mengancam ‘nilai’ yang selama ini dianut oleh
            seseorang atau sekelompok orang. Ancaman tersebut bisa saja benar atau
            hanya  suatu  persepsi  saja.  Pada  penelitian  ini,  kecaman  dan  resistensi
            dapat  berasal dari salah satu pihak ataupun kedua belah pihak, yaitu
            pustakawan  dan  pemustaka.  Keengganan  meninggalkan  zona  nyaman,
            ketidakpastian yang akan terjadi, takut kehilangan sesuatu yang bernilai,
            dan takut kegagalan adalah alasan yang biasanya dijadikan dalih untuk
            menolak sebuah perubahan.

                                   B. PERMASALAHAN
                Mayoritas pemustaka potensial Perpustakaan UI pada era milenium ketiga
            adalah para mahasiswa yang lahir sebagai digital native. Adapun pemustaka
            aktual  yang  memanfaatkan  layanan  referensi  mayoritas  adalah  mahasiswa
            pascasarjana yang dikategorikan mulai dari digital immigrant sampai early
            digital  native.  Keberadaan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  pada  era
            digital mendobrak batasan waktu dan ruang.  Kendala geografis dan perbedaan
            waktu tidak lagi menjadi rintangan bagi pemustaka untuk mengakses koleksi
            perpustakaan  berbasis  digital.  Digitalisasi juga memberi keleluasaan pada

            Indira Irawati                                                167
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192