Page 200 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 200
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
informasi tanpa harus mengunjungi perpustakaan. Ini mengatasi kendala
ruang dan waktu pemustaka untuk memperoleh informasi terbaru.
Kepala Perpustakaan mengadakan layanan referensi berbasis digital
yang disebut Electonic Delivery Services (EDS), yakni layanan referensi
khusus untuk para Guru besar dan anggota Majelis Wali Amanat
Universitas Indonesia (MWA UI). Kepala Perpustakaan menggunakan
kelompok guru besar sebagai sarana untuk mempromosikan koleksi
sumber daya informasi digital kepada para pengajar dan mahasiswa. Ini
merupakan strategi distribusi informasi agar sumber daya informasi digital
banyak diakses oleh masyarakat ilmiah Universitas Indonesia. Guru besar
itu adalah target yang kecil dibanding dengan mahasiswa pascasarjana,
tetapi mempunyai dampak yang besar untuk mempengaruhi pengajar dan
mahasiswa. Kedudukan guru besar dalam MWA UI menjadi alat pengelola
perpustakaan untuk menekan Rektorat dalam rangka meningkatkan
anggaran berlangganan sumber daya informasi digital. Layanan EDS
dengan target guru besar itu sebetulnya kecil tetapi impact terhadap
pengajar dan mahasiswa cukup besar.
Publikasi Universitas Indonesia menduduki peringkat teratas
diantara perguruan tinggi lain di Indonesia. Berdasarkan hasil publikasi
tahunan QS University Ranking 2017, Universitas Indonesia berhasil
mempertahankan posisinya menjadi universitas terbaik di Indonesia
selama 6 tahun berturut-turut dan menempati urutan 277 dunia. Hal ini
5
didukung juga oleh data peningkatan langganan jurnal elektronik dari tahun
2014 sampai dengan tahun 2016, yaitu dari 34 judul menjadi 44 judul.
Akses ke jurnal elektronik yang dilanggan oleh Perpustakaan Universitas
Indonesia juga meningkat signifikan dari tahun 2014-2017. Ini penting
6
bagi pengelola perpustakaan untuk mendapatkan pengakuan dari rektorat
akan keberhasilan Perpustakaan UI dalam memanfaatkan sumber daya
informasinya. Pemustaka dijadikan komoditas untuk terus meningkatkan
layanan kepada mereka. Kebutuhan akan literatur yang tinggi dapat
menjadi modal pengelola untuk meningkatkan langganan sumber daya
informasi digitalnya.
Pemustaka tidak selalu mendapatkan kebutuhan literaturnya dari jurnal
yang dilanggan Perpustakaan UI. Salah satu cara yang mereka gunakan
adalah mencari dari sumber lain di luar Perpustakaan. Internet adalah
sumber yang paling sering digunakan oleh pemustaka. Hanya saja mereka
sering mendapatkan masalah dalam menentukan sumber yang terpercaya
Indonesia dengan menggunakan sistem login dari luar kampus Universitas Indonesia
5 Sumber: https://: edukasi.kompas.com>News>Edukasi 8 Juni 2017, diakses 17
Maret 2018.
6 Data diolah dari berbagai sumber
180 Komodifikasi Pemustaka dalam Transformasi Layanan ...

