Page 204 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 204
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
konsep spasialisasi pada teori ekonomi politik untuk komunikasi (Mosco,
2009). Spasialisasi dalam kajian ini merupakan proses dimana pengelola
Perpustakaan UI mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam rangka
menyampaikan informasi ilmiah kepada sivitas akademika UI dengan
memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi, melalui agen
yang dipilihnya yakni para pustakawan referensi untuk menyampaikan
produk budaya yang terangkum dalam online databases yang dilanggan
oleh UI melalui layanan referensi.
Tanpa disadari segala kegiatan yang dilakukan pustakawan referensi
yang bertujuan mempertunjukkan tingginya kinerja mereka, telah membantu
memperkokoh struktur Kepala Perpustakaan. Strukturasi digambarkan
sebagai proses dimana sruktur sosial saling ditegakkan oleh para agen
sosial, dan bahkan masing-masing bagian dari struktur mampu bertindak
melayani bagian yang lain. Hasil akhir strukturasi adalah serangkaian
hubungan sosial dalam proses kekuasaan yang diorganisasikan di antara
kelas yang masing-masing berhubungan satu sama lain. Pertunjukan
kehebatan para agen yang terlibat dalam pengelolaan Perpustakaan ini
nampak dalam pengelolaan layanan referensi. Kepala Perpustakaan
menunjukkan kapabilitasnya menarik sivitas akademika yang terdiri
para guru besar di UI untuk memanfaatkan layanan referensi. Besarnya
jumlah guru besar yang memanfaatkan layanan refrrensi berbasis digital
merupakan salah satu indikator keberhasilan, yang akan mendapat
penghargaan dari Wakil Rektor sebagai Representasi Pejabat Universitas.
Pada saat yang sama Wakil Rektor juga melaporkan kepada Majelis Wali
Amanat UI tentang keberhasilannya meningkatkan mutu layanan kepada
sivitas akademik UI yang bedampak pada peningkatan jumlah publikasi
karya sivitas akademika UI pada berbagai jurnal yang terindeks Scopus.
Publikasi dalam jurnal terindeks Scopus merupakan bukti Internasionalisasi
UI dalam rangka mencapai ‘Universitas Riset Kelas Dunia’ seperti tertera
dalam Visi-nya.
Meski tidak sepenuh hati menyetujui berbagai layanan yang digagas
oleh Kepala Perpustakaan, para pustakawan referensi yang merupakan
pustakawan senior tidak berdaya menolak ketika para guru besar dan
mahasiswa pascasarjana memanfaatkan layanan referensi berbasis
digital di UI. Bahkan akhirnya para pustakawan referensi juga memiliki
kepentingan atas keberadaan layanan referensi berbasis digital tersebut.
Dengan layanan referensi berbasis digital di Perpustakaan UI, para
pustakawan referensi mampu menjalin relasi dengan para Guru Besar dan
mahasiswa Pascasarjana, terutama mahasiswa S3 secara pribadi. Mereka
mendapatkan keuntungan secara ekonomi dengan relasinya itu, karena
184 Komodifikasi Pemustaka dalam Transformasi Layanan ...

