Page 291 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 291
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
kalau koleksi selain TA full-text semua, bisa langsung download”
(BHN, Inf.04).
Hal serupa juga ditemukan di perpustakaan UGM ketika pengelolanya
diwawancarai tentang regulasi akses repositori yang kaitannya dengan TA
(Tugas Akhir) berikut ini.
“Untuk kategori TA, isi file-nya hanya berupa part-text yang
terdiri dari, abstrak, daftar isi, simpulan dan saran, kata pengantar,
daftar isi, dan halaman judul yang dapat diunduh secara
langsung…alasan perpustakaan membuat secara terpisah adalah
memudahkan pengguna dalam proses unduhan terutama jika
hanya membutuhkan bagian tertentu tanpa harus mengunduh
sebanyak yang ada… namun jika menginginkan secara full-teks,
pemustaka dapat datang langsung ke perpustakaan menggunakan
fasilitas komputer yang telah disediakan khusus untuk mengakses
T.A, karena di sana hanya disediakan secara offline” (ASR, Inf.01)
Sementara itu, perpustakaan UNY melayankan seluruh konten
repositori institusinya secara full-text. Hal tersebut sebagaimana kebijakan
paperless yang digalakkan pimpinan UNY dalam hal peningkatan publikasi
ilmiah di kalangan sivitas akademika. Terlepas dari situasi semacam itu,
ketiga kasus perpustakaan telah menunjukkan upaya diseminasi sumber
daya informasinya secara terbuka. Meskipun diwarnai dengan ragam
regulasi namun tentu tidak terlepas dari pertimbangan-pertimbangan
untuk kebaikan bersama. Selain itu, regulasi yang demikian juga telah
disesuaikan dengan lingkungan akademis masing-masing. Namun, secara
jelas dapat ditemui bahwa keterbukaannya dalam hal diseminasi informasi
membuat ketiganya (UGM, UNY, dan UIN) dapat dikategorisasikan
telah mengimplementasikan nilai tablīgh. Hal ini dapat dilihat dari upaya
mereka melayankan koleksinya kepada pemustaka, baik yang datang
secara langsung ke perpustakaan maupun yang menggunakan jaringan
secara virtual.
4. Nilai Fathanah
Eksistensi perpustakaan perguruan tinggi di era teknologi informasi
membutuhkan pengelolaan yang mampu menghadirkan inovasi dalam
mendukung tri dharma perguruan tinggi. Perpustakaan bukan hanya wajib
menyediakan sarana pendukung berbasis teknologi, namun juga koleksi
yang mendukung format teknologi. Upaya semacam ini akan menjadikan
peran perpustakaan menjadi strategis, terutama dalam memenuhi kebutuhan
informasi sivitas akademika yang beragam. Situasi tersebut menunjukkan
Mukhlis 271

