Page 286 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 286
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
Mengacu pada dua potongan wawancara di atas bahwa keduanya secara
prinsip adalah sama, yaitu bahwa mereka selalu berupaya mengedepankan
sikap ketertiban dalam melaksanakan tugas sebagai pengelola. Upaya ini
dibuktikan melalui pekerjaan yang dilakukan dengan benar sesuai dengan
tata aturan yang berlaku. Fenomena ini memperkuat anggapan bahwa
praktik teknis tersebut sebagai salah satu bentuk implementasi nilai ṣiddīq
baik dalam praktik verifikasi konten repositori institusi maupun verifikasi
pengguna.
Selain itu, nilai ṣiddīq tidak hanya ditemukan melalui praktik dan
perilaku pengelola, tetapi juga di kalangan pengguna. Misalnya, perilaku
mereka saat akses layanan online perpustakaan. Lazimnya, masing-
masing pengguna memiliki akun yang digunakan untuk login, namun ada
kalanya mereka saling bertukar akun. Hal umum yang ditemukan peneliti
bahwa mereka melakukannya dengan teman dekatnya dan yang menjadi
penyebab utamanya adalah lupa password atau persoalan time limit
akses. Menariknya, terdapat pengguna perpustakaan UGM yang memiliki
pandangan atau prinsip yang berbeda sebagaimana ungkapan berikut ini.
“Sebenarnya bukan karena masalah pelit password, tapi saya
malah merasa aneh saja kalo misal teman yang jarang ke ruang
layanan Academic Resources Center perpustakaan, terus saya
atau teman lain memakai akunnya secara rutin untuk mengakses
TA…tiba-tiba dia dapet grade tertinggi sebagai pengguna paling
aktif lalu menerima reward, saya yakin dia tidak enak juga pasti…
Bukannya apa-apa, tapi ujung-ujungnya jadi kebohongan publik
juga kan” (TSW, Inf.05).
Berdasarkan wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas
di kalangan pengelola dan pengguna memberikan bukti nyata atas
keberadaan nilai ṣiddīq yang mengiringi setiap tindakan dan perilaku
mereka. Inilah fenomena yang terjadi pada aspek pengadaan dan akses
sumber-sumber informasi ilmiah berbasis digital di perpustakaan. Oleh
karena itu, isu nilai ṣiddīq ini berlaku pada dua aktor perpustakaan, yakni
pengelola dan pengguna. Ragam alasan dan pertimbangan ini memperkuat
implementasi nilai ṣiddīq yang bukan saja berpengaruh pada kompetensi
profesionalitas pengelola tapi juga di kalangan pengguna.
Selain proses pengadaan, proses uji coba juga menjadi aspek penting
untuk melihat implementasi nilai ṣiddīq. Proses ini merupakan lanjutan
dari aspek pengadaan. Setelah karya diterima oleh pengelola, kemudian
karya tersebut diunggah ke repositori agar diakses oleh pengguna. Aspek
penting dalam proses uji coba ini meliputi konsistensi pengisian data
266 Potret Nilai Religiositas Islam dalam Tata Kelola Repositori ...

