Page 290 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 290

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            perpustakan  perguruan  tinggi  yang  diteliti  secara  umum  menunjukkan
            suatu tindakan yang dapat dikategorisasikan  sebagai implementasi  nilai
            amanah. Karena membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan-
            tindakan yang didasari dengan sikap tanggung jawab.

            3. Nilai Tabligh

                Salah  satu  fungsi  utama  perpustakaan  adalah  informatif,  yakni
            selalu  menginformasikan  atau  mempromosikan  koleksi,  layanan,  dan
            keunggulannya  ke khalayak umum.  Menjadi  suatu keniscayaan  bagi
            perpustakaan  perguruan  tinggi  untuk  lebih  aktif  memperkaya  dan
            membuka diri dalam mengakomodir kebutuhan pemustaka terhadap akses
            dan berbagi sumber-sumber informasi (resource sharing) yang lebih luas.
            Melalui fungsi tersebut, perpustakaan lebih memfokuskan diri dalam hal
            penyebaran (diseminasi) informasi dan pengembangan ilmu pengetahuan,
            khususnya  secara  online  sebagai  salah  satu  misi  utamanya.  Upaya
            pencapaian  visi  tersebut  dilakukan  melalui  penyediaan  akses  informasi
            yang terbuka.
                Keberadaan sumber daya informasi didesain oleh perpustakaan dapat
            diakses  seluas-luasnya.  Hal  ini  selaras  dengan  eksistensi  perpustakaan
            adalah untuk semua elemen masyarakat meskipun perpustakaan perguruan
            tinggi memiliki fokus yang lebih banyak untuk menjawab atau memenuhi
            kebutuhan  segenap sivitas akademikanya.  Namun, hal tersebut  tidak
            berarti  perpustakaan  memiliki  hak  untuk  menutup  diri  dari  dunia  luar
            sehingga tidak lagi memberikan  kesempatan  kepada pihak luar untuk
            memiliki akses informasi dan pengetahuan di perpustakaan bersangkutan.
            Upaya mengakomodasi semua kepentingan tersebut, ketiga perpustakaan
            yang diteliti  berupaya menjadi  bagian dari komunitas pengembangan
            masyarakat secara keseluruhan, meskipun tidak berarti tugas khusus yang
            diembannya tidak menjadi prioritas utama.
                Pengamatan  dan wawancara yang dilakukan  menunjukkan bahwa
            ketiga perpustakaan melayankan sumber daya infomasi (koleksi) secara
            online. Misalnya, portal repositori institusi yang dapat diakses secara online
            dan memungkinkan pengguna mengunduh konten yang dibutuhkannya.
            Hanya saja, masing-masing  perpustakaan  memiliki  regulasi  akses  yang
            berbeda.  Sebagaimana  dapat  dilihat  dari  wawancara  dengan  pengelola
            perpustakaan UIN sebagai berikut.

                    “Memang di UIN ini tidak bisa akses full-teks, tapi bukan berarti
                    tidak ada kompensasi loh ya…bisa mengajukan surat permohonan
                    akses  T.A  secara  full-teks  ke  bagian  repositori,  nanti  diberikan
                    username dan password dengan masa berlaku akses 1X24 jam…


            270                   Potret Nilai Religiositas  Islam dalam Tata Kelola Repositori ...
   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295