Page 287 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 287
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
bibliografis, keseragaman format, dan aksesibilitas. Kondisi ini, tentu
saja, rutin dilakukan setelah seluruh konten selesai diunggah dan kadang
kala sebagian pengelola langsung mengecek setiap selesai mengunggah
karya. Uji coba menandai berakhirnya masa pengadaan pada ketiga lokasi
penelitian, menurut informan, kegiatan tersebut dilakukan agar kontributor
dapat menemukan karyanya di portal repositori. Dengan demikian, para
kontributor dapat menaruh kepercayaan penuh kepada pengelola setelah
menyerahkan karyanya. Karena itu, uji coba yang dilakukan oleh pengelola
menjadi bagian yang tidak luput dari implementasi nilai ṣiddīq. Dengan
demikian, perilaku semacam ini menyisahkan sejumlah peluang yang salah
satunya adalah kepercayaan tinggi dari kontributor.
Proses uji coba bertujuan untuk memastikan kesesuaian isi dan data
bibliografis karya saat ditelusuri. Proses penelusuran yang dilakukan
oleh pengguna umumnya menggunakan titik akses tertentu yang telah
disediakan. Masing-masing repositori, dalam pengamatan peneliti
memiliki titik akses yang sama seperti, tahun, subjek, divisi, penulis, dan
jenis. Dalam kajian ini, pengelola dituntut untuk memastikan kesesuaian
(sinkronisasi) data sehingga kejelian dan ketelitian mutlak diperlukan. Hal
ini tercermin melalui pemaparan salah seorang informan dari pengelola
perpustakaan UGM berikut ini.
“Sebagai pengelola repositori tentunya diharapkan dapat
meminimalisir ketidaksinkronan antara data bibliografi dan
konten, terutama ketika pengguna menggunakan titik akses
apapun…biasanya dapat komplain kalau terjadi hal-hal seperti
itu…memang tampak kurang baik sebenarnya tapi satu sisi kita
juga senang karena kita terbantu menemukan kekeliruan dan bisa
menjadi bahan evaluasi bagi kami” (WSO, Inf.02).
Mencermati ungkapan informan di atas, dapat diketahui bahwa
proses uji coba menggunakan ragam pendekatan titik akses penekanannya
lebih kepada kesesuaian (match) antara data bibliografis dengan konten.
Meskipun target yang ingin dicapai adalah kesesuaian, namun pada
hakikatnya aspek tersebut menjadi bagian yang dapat dikategorisasikan
sebagai saluran implementasi nilai ṣiddīq. Kategori ini dilihat dari
kebenaran atau kecocokan antara data bibliografi dan konten. Dengan
demikian, pengguna yang mengakses repositori tentu merasa nyaman
dengan adanya kesesuaian tersebut. Selain itu, peran aktif pengguna juga
diperlukan ketika menemukan kekeliruan agar segera melaporkan ke
pengelola. Hal ini tentu akan berimplikasi baik bagi perpustakaan, karena
semakin sedikit kekeliruan yang ditemukan maka semakin tinggi tingkat
kepercayaan pengguna atau masyarakat kepada perpustakaan.
Mukhlis 267

