Page 285 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 285

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            surat bebas pustaka. Dalam proses tersebut, pengelola bertindak sebagai
            verifikator  konten  untuk  memastikan  antara  kesesuaian  isi  karya  dan
            regulasi  perpustakaan.  Bagi  mereka  yang  karyanya  sesuai  maka  dapat
            secara langsung mengurus surat bebas pustaka di perpustakaan. Sedangkan
            mahasiswa yang karyanya belum sesuai maka tim verifikator memberikan
            catatan (note) agar direvisi. Peristiwa ini dapat dilihat melalui pernyataan
            informan dari pengelola perpustakaan UIN Sunan Kalijaga sebagai berikut.

                    “Proses  verifikasi  tugas  akhir  mahasiswa  yang  kita  lakukan  di
                    sini sebenarnya mengacu pada aturan kepala perpustakaan dengan
                    beberapa persyaratan yang disebutkan tadi… Kalau misalkan karya
                    itu sesuai ya kita loloskan, kalau tidak sesuai ya kita kembalikan
                    dan  kasih  catatan  bagian  mana  yang  perlu  direvisi…  Kita  apa
                    adanya, kalau misal tidak sesuai namun tetap diterima pasti akan
                    ketahuan karena ada record-nya di sistem” (BHN, Inf.04).
                Hasil  wawancara  ini  menunjukkan  bahwa  pengelola  dalam
            melaksanakan tugas sebagai verifikator lebih mengedepankan realitas fisik
            tanpa ada intervensi seperti kedekatan dengan kontributor. Artinya mereka
            bekerja  dengan konsep “apa adanya”  dan hanya dua tindakan  yakni
            diterima atau ditolak, bukan pada tataran kenal atau tidak. Berdasarkan
            hasil pengamatan, perilaku semacam itu telah membudaya di perpustakaan
            tersebut.  Sebagaimana  ditemukan  para  pengelola  dalam  melakukan
            verifikasi, mereka login terlebih dahulu dan setelah selesai mendapatkan
            record aktivitas yang dapat  dicek  oleh pengelola  lain  yang bertindak
            sebagai super admin. Meskipun mereka bekerja tanpa kontrol pimpinan
            secara  langsung,  namun  aktivitas  kerja  mereka  dapat  diketahui  melalui
            laporan aplikasi.
                Ungkapan di atas mirip dengan ungkapan yang ditemukan di kedua
            perpustakaan lainnya, yaitu perpustakaan UNY dan perpustakaan UGM.
            Di  perpustakaan  UNY,  misalnya  ditemukan  ungkapan  pengelolanya
            berikut ini.
                    “Mahasiswa yang hendak mengakses koleksi di Gedung Digital
                    Library  harus  konfirmasi  dulu.  Kami  mau  memastikan  siapa
                    mereka, mahasiswa sini atau dari luar…mereka harus meninggalkan
                    kartu mahasiswa sebagai syaratnya. Kemudian kami tukar dengan
                    mouse dan keyboard yang nanti dipasang di komputer sebelum
                    mengakses…KTM dan alat yang mereka pinjam akan kami proses
                    menggunakan barcode reader…kan kalau mahasiswa sini datanya
                    sudah  ada  di  aplikasi…prosedurnya  semuanya  sama,  misal
                    mahasiswa sudah akrab dengan petugas sekalipun harus mengikuti
                    cara yang sama biar fair ” (BMA, Inf.03)

            Mukhlis                                                       265
   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290