Page 280 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 280
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
Para pakar mengelompokkan pengelolaan repositori institusi menjadi
dua model pengelolaan. Model pertama digagas oleh Austerberry (2006)
dengan teori DAM (Digital Asset Management). Teori ini menekankan
pada model mengelola aset yang berbasis file sepeti, dokumen, gambar,
dan video. Tahapan tersebut mulai dari proses aset diciptakan (create),
diprodusi kembali (reproduce), diulas (review), dikembangkan (approve),
dipublikasikan (publish), diarsipkan (archive), dan diteliti (reaseach).
Hal ini diarahkan pada manajemen konten repositori demi kemudahan
pustakawan dalam menjalankan tugasnya, misalnya pengakatalogan,
pembuatan indeks konten dan mendayagunakan mesin pencari untuk
menemukan konten sehingga memungkinkan penyelarasan konten dengan
informasi yang tepat karena dapat akses melalui web dan memungkinkan
dapat didistribusikan melalui jaringan, digandakan, dan diarsipkan.
Model kedua, digagas oleh Patra (2017) dengan teori ERM (Electronic
Resources Management). Model tersebut memainkan peran penting pada
semua level perpustakaan. Pengelolaan ragam sumber daya elektronik
seperti, buku elektronik, elektronik jurnal, elektronik tesis, dokumen digital,
gambar digital, audio visual, dan sejenisnya menjadi rutinitas pustakawan
dalam merespon kebutuhan pemustaka dan tuntutan era disrupsi. Dari sisi
inilah akhirnya ia merumuskan manajemen sumber daya elektronik ke
dalam lima (5) komponen utama sebagai berikut.
1. Manajemen pengadaan (acquisition management)
Aspek ini mempertimbangkan tiga aspek yaitu, philosofi, kebijakan,
dan prosedur. Aspek philosofi dengan mempertimbangkan eksistensi
atau tujuan koleksi secara esensial yang kemudian diatur dengan
regulasi dan dilaksanakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,
khususnya proses seleksi;
2. Manajemen akses (access management)
Penyediaan akses yang diawali dengan pemetaan kebutuhan organisasi,
termasuk mendiskusikan pengaturan akses, baik tools maupun
pertimbangan akses online dan pelatihannya, yang dikhususkan
bagi para staf dan pemustaka. Pada tahapan ini dilakukan kegiatan
pertimbangan meliputi. keabsahan dan autoritas untuk memvalidasi
identitas pengguna (pemustaka, staf, mahasiswa, dan pengguna
perpustakaan lainnya), otoritas akses umumnya dengan memberikan
username dan password kepada pemustaka untuk mendapatkan hak
akses; akses katalaog online (OPAC) untuk menelusur sumber daya
elektronik; subjek indeks sebagai tools yang dimanfaatkan; keempat,
penelusuran terintegrasi (federated search); kelima, ketepatan link
(redirect) untuk menemukan koleksi sumber daya elektronik; list
penelusuran atau opsi pencarian;
260 Potret Nilai Religiositas Islam dalam Tata Kelola Repositori ...

