Page 278 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 278

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            dinamisasi  dan  karakteristik  budaya akademik yang melingkupinya,
            sehingga  yang menjadi  pertanyaan  tidak  pada  tataran  apakah  sudah
            dimanfaatkan  dengan  baik,  tetapi  bagaimana  tata  kelolanya  sehingga
            berdampak pada kebermanfaatan (usage), terutama bagi pemustaka dalam
            mendukung proses belajar.
                Agar pengelolaan bisa mencapai kesesuaian antara pelayanan dan hasil
            yang diinginkan, maka kompetensi profesional pustakawan dalam praktik
            teknis pengelolaan repositori institusi penting untuk dimiliki. Kompetensi
            tersebut tidak hanya dilihat pada aspek standar kompetensi yang digariskan
            oleh  lembaga  induk  profesi  pustakawan  seperi  IPI  (Ikatan  Pustakawan
            Indonesia) dan standar prosedur internal lembaga, namun juga kompetensi
            yang sarat nilai religiositas dalam melaksanakan tugasnya. Nilai religiositas
            Islam dalam konteks ini telah menjadi basis pertimbangan kompetensi atas
            transfer nilai fundamental yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad yang
            dilihat dalam tata kelola repositori, seperti ṣiddīq, amanah, faṭānah, dan
            tablīgh. Relevansi sifat tersebut dapat menjadi cerminan kompetensi aktor
            di kalangan pengelola repositori. Hal ini tentunya menjadi aspek menarik
            dikaji dalam aspek tata kelola repositori karena sejauh penelusuran penulis
            belum terdapat kajian yang mencoba menelaahnya  sehingga melalui
            kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pengetahuan yang
            komprehensif dan futuristik.

                                II. TINJAUAN LITERATUR

            A.  Repositori Institusi
                Repositori institusi (institutional repository) menurut Lynch, (2003)
            dikenal  sebagai  seperangkat  layanan  untuk mengatur, mengelola,
            menyebarluaskan,  melestarian  aset  ilmiah,  dan  memfasilitasi  akses
            dokumen elektronik di universitas dan/atau perguruan tinggi. Dalam kaitan
            ini, Calero (2013) menegaskan bahwa repositori institusi sebagai sarana
            yang dapat digunakan untuk mempublikasikan hasil penelitian akademik
            dan memungkinkan berbagai pihak untuk ikut berkontribusi memperkaya
            kontenya. Hal inilah hemat Nemati-Anaraki (2018) menjadikan repositori
            institusi  digemari  oleh  masyarakat  karena  menyediakan  akses terbuka
            terhadap ragam hasil penelitian sivitas akademika meliputi artikel jurnal,
            makalah  konferensi,  buku, tesis, laporan  penelitian,  dan  karya ilmiah
            lainnya yang diakses secara online.
                Repositori  institusi  dalam  implementasinya,  dioprasionalkan  oleh
            beberapa pelaku utama, yakni, manusia (people), teknologi (technology),
            dan  kebijakan  (policies)  (Babu,  2012).  Kelompok  manusia,  sebagai



            258                   Potret Nilai Religiositas  Islam dalam Tata Kelola Repositori ...
   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283