Page 282 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 282

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            menekankan pentingnya nilai dan praktik-praktik untuk mencari berkah
            dan rahmat (ridha) Allah.  Seseorang yang telah melakukan ibadah dan
            aktivitas lainnya yang didasari oleh kepatuhan maka hal tersebut disebut
            sebagai religiositas. Aktivitas religiositas bukan hanya menekankan pada
            pengakuan bahwa ia beragama,  namun juga memiliki  kesadaran untuk
            berprilaku patuh yang dilaksanakan secara konsisten.
                Tabroni  (2014)  dan  Beekun  (2012)  menegaskan  kriteria  nilai
            religiositas  Islam  yang  diantaranya  dapat  dilihat  melalui  sifat  Nabi
            Muhammad  yaitu,  Siddiq  (truthfullness),  fathonah  (integrity),  amanah
            (trustworthy),  tabligh  (openess).  Siddiq  (truthfullness),  merupakan  sifat
            yang tidak pernah berdusta, benar dalam perkataan dan perbuatan. Sifat ini
            diidentikkan dengan integritas yang tinggi bagi seorang pemimpin baik di
            masyarakat maupun dalam dunia kerja; amanah (trustworthy), merupakan
            sifat yang bertanggung jawab atas segala tugas yang diembannya; fathonah
            (integrity), berarti memiliki kecerdasan dalam mengelola masyarakat; dan
            tabligh (openess) berarti menyampaikan segala macam kebaikan dan kabar
            gembira.
                Nilai  religiositas  Islam  di  atas  dapat  ditemukan  dalam  kondisi
            sosial,  termasuk  dalam  konteks  kelembagaan  dari  berbagai  profesi
            seperti  pustakawan.  Nilai  tersebut  merupakan  landasan  yang  harus
            dipraktikkan  oleh  setiap  aktor  di  perpustakaan.  Landasan  pijakan
            organisasi inilah kemudian menjadi etika yang harus dilaksanakan oleh
            setiap  pustakawan  dan  juga  para  pemustaka  dalam  rangka  membentuk
            sebuah tatanan keorganisasian yang mampu membawa para aktornya
            untuk mencapai tujuannya masing-masing. Keberadaan tatanan tersebut
            menurut Laugu (2015) merupakan pegangan bagi setiap individu untuk
            bertindak  khususnya  dalam  bergerak  secara  kompetitif  karena  tanpa
            dengan tatanan yang mengikat akan menjadi sulit untuk menumbuhkan
            sebuah  kepatuhan.  Kepatuhan  tersebut  lahir  karena  adanya  aturan  yang
            diikuti secara baik sesuai dengan norma yang disepakati oleh organisasi
            dalam hal ini adalah  perpustakaan  perguruan  tinggi.  Dengan  demikian
            nilai  religiositas  di  perpustakaan  perguruan  tinggi  merupakan  hal
            penting untuk dikaji dan dikaitkan dengan tata kelola repositori institusi,
            terutama dari aspek relevansinya dalam praktik pengelola dan pengguna.













            262                   Potret Nilai Religiositas  Islam dalam Tata Kelola Repositori ...
   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287