Page 283 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 283

Repositori Institusi
                         Mengelola-Diseminasi-Preservasi-Akses
                                      Teknologi
                    Manusia
                                                                            Kebijakan


                           Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
















                   GAMBAR 2. KOMPONEN NILAI RELIGIOSITAS DALAM TATA KELOLA REPOSITORI
                                     Sumber : Rumusan Peneliti

                Mencermati gambar di atas, nilai religiositas dapat dilihat melalui empat
            aktivitas utama dalam tata kelola repositori institusi, yaitu pertama, manajemen
            konten. Bagian ini meliputi sejumlah proses utama yaitu pengadaan hingga
            evaluasi. Pengadaan konten repositori institusi merupakan bagian utama dan
            sentral, utamanya pengadaan yang berbasis online. Mekanisme semacam ini
            mendudukkan pengelola repositori dan/atau  pustakawan  bertindak  sebagai
            verifikator  konten  sehingga  praktik-praktik  siddiq  penting  dilihat  dalam
            konteks ini. Selain itu, tahapan lainnya berupa uji coba akses atas karya yang

            telah diunggah. Proses ini mencanangkan kesesuaian antara data bibliografis
            dan konten (link & match) sehingga bagian ini turut menjadi bagian penting
            untuk dikaji dalam aspek nilai siddiq; kedua, keamanan meliputi aspek, konten,
            sistem, dan akses. Aspek tersebut menjadi bagian fundamental dalam tata kelola
            repositori sehingga penting dilihat sebagai tanggung jawab pengelola dalam
            menjalankan tugasnya; ketiga, aspek diseminasi sebagai upaya perpustakaan
            menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan upaya akomodir kebutuhan pemustaka
            secara luas. Dalam situasi itulah hal ini menjadi penting dilihat dalam konteks
            nilai tabligh; terakhir, sarana pendukung berbasis teknologi. Saranan tersebut
            dilihat dalam sejumlah aspek, seperti interface, flatform, dan modifikasi. Hal
            terebut dilihat sebagai bentuk  inovasi dan/atau smartness pengelola yang
            dikontekskan sebagai implementasi nilai fathonah. Oleh karena itu, keempat
            komponen tersebut penting dikaji untuk melihat perilaku aktor di kalangan
            pengelola repositori dari sudut pandang nilai religiositas.






            Mukhlis                                                       263
   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288