Page 346 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 346

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                    penanggap). Kedua atap tersebut dihubungkan dengan tiang utama
                    (saka). Jumlah saka dapat bervariasi disesuaikan dengan keinginan
                    kebutuhan besaran ruang, yaitu sebanyak 4 buah saka guru pada
                    bagian tengah dan keseluruhan tiang dapat digunakan sebanyak
                    16 buah, 24 buah dan seterusnya. Atap terletak pada kedua belah
                    sisi dan pemasangannya meregang. Jadi dua buah atap tersebut
                    tidak  menyatu  antara  atap  bagian  bawah  (penanggap)  dengan
                    atap bagian atas (brunjung). Rumah sederhana ini menggunakan
                    satu buah wuwung dan dua buah  “tutup  keong”.  Peregangan
                    pada bagian atas ini menghasilkan sirkulasi penghawaan sangat
                    baik untuk kesehatan penghuni didalamnya” (Home Decorating
                    Interior).
                Dari penjelasan di atas terlihat dengan jelas bahwa dari tampak
            depan,  bangunan  ini  dapat  diidentifikasi  memiliki  atap  teknik  brunjung
            yang  berfungsi  untuk  memberikan  tambahan  sirkulasi  udara  bagi  yang
            mendiami. Jenis atap ini merupakan ciri khas atap tradisional Jawa yang
            sejak  bangunan  ini  dibangun pertama  kali,  dan dikenal  dengan  sebutan
            bangunan  landhuis  saat  itu,  sudah menggunakan  jenis  atap  tradisional
            Jawa ini. Dalam perjalanan perkembangannya terlihat bahwa, dari tampak
            depan, ditambahkan dengan bukaan-bukaan  ventilasi  pada atap  teknik
            brunjung tersebut sebagai upaya untuk memberi sirkulasi udara silang.
                Berikut ini akan diperlihatkan bentuk atap dari tampak atas:




















                                 Sumber:Arsip Bagian Umum PNRI, 2006
                         Foto 1.3.  Foto tampak atas atap bangunan HBS KW III setelah renovasi.
                Dari  tampak  atas  ternyata  terlihat  bahwa  bangunan  HBS  KW  III
            bagian depan ini, memiliki jenis atap lain selain dari atap brunjung. Rumah
            dengan  atap  jenis  ini  disebut  rumah  tradisional    jenis  Kampung  Cere
            Gancet, berasal dari bentuk dasar rumah tradisional kampung pokok.



            326         Nilai Maknawi Bangunan Sekolah Hogere Burgerschool Koning Willem III ...
   341   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351