Page 349 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 349
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
Ketika bangunan sekolah HBS KW III ini dibuka sebagai gedung utama
PNRI, maka fungsi ruang-ruang yang ada berubah. Gedung utama yang pada
saat difungsikan sebagai sekolah memiliki 4 ruang besar dan lorong luas di
tengahnya. Pada saat ini, ruang lorong di tengah di bagi dalam dua bagian menjadi
ruang yang disebut hall yaitu ruang pertama setelah pintu masuk, kemudian
heritage room yang digunakan untuk pameran. Pada saat baru dibuka, ruang di
depan kanan digunakan untuk ruang Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan saat
itu (Ibu Harjati Soebadio, bekas siswi HBS KW III) yang akan berkantor disitu
pula oleh karena saat itu PNRI masih bertanggungjawawb di bawah Dirjen
Pendidikan dan Kebudayaan. Ruang di depan kiri direncanakan untuk kepala
PNRI. Pemberian nama ruangan ini tertera pada denah biru bertanggal Oktober
1985. Pada awal digunakannya sekolah HBS KW III ini sebagai gedung utama
PNRI, oleh kepala PNRI saat itu ibu Mastini Hardjoprakoso, ruang depan kiri
(warna merah) dapat digunakan oleh para siswa-siswi HBS KW III untuk
berkegiatan dan secara resmi Yayasan Kawedri ini menjadi mitra pertama PNRI
dalam wadah kerjasama friends of the library. Tercatat pada saat itu Yayasan
Kawedri telah mencetak 700 eksemplar buku Katalog Agama yang disusun oleh
PNRI dan memuat judul-judul karya tulis mengenai Agama-agama di Indonesia
dari koleksi perpustakaan (Yayasan Kawedri, 1992: p.135).
Sumber: Arsip denah Franky du Ville, 2006
Denah 1.4 Denah Bangunan Utama
Setelah 24 tahun semenjak kemitraan tersebut berjalan, yaitu setelah
periode kepemimpinan PNRI pertama 1980-1989 dan 1990-1998 oleh Ibu
Mastini Hardjoprakoso, periode kedua 1998-2001 oleh bapak Hernandono,
kemudian periode ketiga 2001-2010 oleh Bapak Dady P. Rachmananta dan
Tamara Adriani Salim 329

