Page 354 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 354
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
penetapannya sebagai bangunan cagar budaya adalah bahwa bangunan
sekolah ini memiliki citra sebagai bangunan yang memiliki nilai
kesejarahan yang kuat, bangunan yang memiliki potensi nilai simbolik
perjuangan kemerdekaan yang kuat, bangunan sekolah HBS KW III
ini menghadirkan citra mentalitas tradisional yang kuat sebagai nilai
budaya yang dapat menguatkan kepribadian bangsa.
3. Makna simbolik bangunan HBS KW III yang dapat mendukung
penetapannya sebagai Bangunan Cagar Budaya adalah sebagai
simbol sejarah perintis pendidikan menengah di Indonesia, simbol
pendobrak kemerdekaan intelektual bangsa Indonesia. Kajian
morfologi bangunan HBS KW III ini membuktikan bahwa bangunan
ini memiliki makna simbolik nilai tradisional yang kuat sebagai
penguat kepribadian bangsa.
4. Keberadaan bangunan sekolah HBS KW III di Batavia menunjukkan
bahwa keletakannya dianggap memiliki makna strategis sebagai
sebuah sekolah menengah yang dibangun pemerintah Hindia Belanda
pertama kali. Hal ini dibandingkan dengan sekolah menengah swasta
yang pernah dibangun sebelumnya pada tahun 1851 namun gagal
diteruskan karena lokasi di perkebunan yang sulit dicapai. Keletakannya
merepresentasikan sebuah lokasi pilihan dan mencerminkan makna
simbolis prestisius yang kuat. Keletakan konteks bangunan HBS KW
III pada saat ini sama-sama menunjukan sebuah lokasi pilihan yang
tepat bagi sebuah Perpustakaan Nasional R.I. yang pertama didirikan
pemerintah Indonesia, terintegrasi dalam satu atap, terletak dalam
kawasan yang sejak dulu direncanakan sebagai kawasan pendidikan.
Keletakannya kini sebagai bangunan PNRI di kawasan pendidikan dan
perkantoran pemerintah merepresentasikan sebuah makna simbolis
penting dan patut diperhitungkan hingga dapat ditetapkan sebagai
bangunan cagar budaya. Namun kognisi makna penting mengenai
konteks bangunan HBS KW III ini sudah surut. Kedua bangunan HBS
KW III yang “lama” dan “baru” sama-sama memiliki makna simbolik
dominasi kekuasaan, karena pendiriannya sangat ditentukan oleh
dominasi yang berkuasa saat itu, yaitu pemerintah Hindia Belanda dan
pemerintah Indonesia yang sudah merdeka. Asumsinya, kemungkinan
surutnya kognisi makna signifikan dari sekolah HBS KW III ini dapat
dijembatani oleh pemerintah, dalam hal ini PNRI sendiri sebagai
wakil pemerintah dan pemilik bangunan HBS KW III.
5. Analisis sejarah bangunan dan morfologi bangunan sekolah HBS
KW III yang dibandingkan dengan bangunan sekolah lain di Batavia
saat itu, menunjukkan makna simbolis kelangkaan. Kelangkaannya
dilihat dari representasinya sebagai sebuah contoh rumah tradisional
334 Nilai Maknawi Bangunan Sekolah Hogere Burgerschool Koning Willem III ...

