Page 356 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 356
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
arsip kegiatan sekolah HBS KW III, dan peta-peta yang dikeluarkan
pada kurun waktu itu. Tahap analisis ini dibantu menggunakan teori
konotasi Roland Barthes untuk mengungkap makna tersirat dari data-
data yang ditemukan. Tahap penafsiran atau interpretasi dari analisis
data tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi elemen-elemen
yang dapat memberikan makna baru dengan menggunakan teori Ian
Hodder dengan membandingkan untuk memperoleh persamaan dan
perbedaaan makna dari objek pengamatan bangunan HBS KW III
konteks dulu dan sekarang, dan mengaitkan elemen-elemen tersebut
dengan masa kini hingga dapat didefinisikan kembali makna baru yang
tersirat dalam bangunan tersebut agar dapat memberikan informasi
baru yang berbeda dan bermanfaat untuk penetapan bangunan ini
sebagai bangunan cagar budaya.
Pembuktian dengan teori Ian Hodder yang dibantu oleh teori konotasi
Roland Barthes berhasil mengungkap makna baru dari bangunan HBS
KW III ini yaitu sebagai bangunan bernilai sejarah perintis sekolah
menengah di Indonesia yang membawa makna nasionalis yang kuat.
Bangunan ini bukan hanya membawa makna simbolis penggerak
intelektual bangsa Indonesia pada saat itu, namun memiliki makna
simbolis pencerdas intelektual bangsa Indonesia.
8. Pengamatan yang dilakukan dengan menelaah pemberian makna
pada materi bangunan sekolah HBS KW III ini menghasilkan suatu
kesimpulan tentang potensi nilai yang ada pada bangunan ini dengan
berpegang pada 4 nilai yang dimiliki sumber daya budaya oleh Lipe.
Pertama, bangunan HBS KW III ini memiliki potensi nilai informatif
yang sangat kuat, terbukti dari data-data lapangan yang ditemukan
sebagai bahan acuan dalam melakukan penelitian-penelitian di bidang
lain yang belum terungkap sehubungan dengan bangunan sekolah
HBS KW III ini. Semisal penelitan bidang arsistektur sejarah dan
filsafat arsitektur awal abad ke-19, sehubungan dengan ditemukannya
dalam penelitian ini pengaruh arsitektur tradisional Jawa yang kuat
pada atap bangunan HBS KW III tersebut. Selain itu juga, bidang
sejarah pendidikan hukum Islam, sehubungan dengan ditemukannya
dalam penelitian ini, dokumen tertulis tentang penugasan L.W.C. van
den Berg, seorang ahli hukum Islam yang diangkat sebagai pegawai
Hindia Belanda (1870-1887), sebagai dosen untuk mengajar hukum
Islam di Gymnasium Willem III pada tahun 1871. Kedua, bangunan
HBS KW III memiliki potensi nilai simbolik yang sangat kuat,
terbukti dari hubungan asosiatif yang telah dilakukan dalam penelitian
ini mengungkapkan banyaknya makna simbolis yang ada. Ketiga,
bangunan HBS KW III ini memiliki nilai estetis dari segi representasi
336 Nilai Maknawi Bangunan Sekolah Hogere Burgerschool Koning Willem III ...

