Page 351 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 351

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                adalah teras depan dari bagian omah-njero. Teras depan yang biasanya
                lebarnya sekitar 2 meter ini merupakan tempat melakukan kegiatan
                umum yang sifatnya nonformal
            3.  Omah njero, kadang disebut juga sebagai omah-mburi, dalem ageng atau
                omah. Kata omah dalam masyarakat Jawa juga digunakan sebagai istilah
                yang mencakup arti kedomestikan, yaitu sebagai sebuah unit tempat tinggal.
            4.  Senthong-kiwa, dapat digunakan sebagai kamar tidur keluarga atau
                sebagai tempat penyimpanan beras dan alat bertani.
            5.  Senthong tengah (krobongan), sering juga disebut sebagai boma,
                pedaringan, atau krobongan. Dalam gugus bangunan rumah tradisional
                Jawa, letak senthong-tengah ini paling dalam, paling jauh dari bagian
                luar. Senthong-tengah ini merupakan ruang yang menjadi pusat dari
                seluruh bagian rumah. ruang ini seringkali menjadi  “ruang pamer”
                bagi keluarga penghuni rumah tersebut.Sebenarnya senthong-tengah
                merupakan ruang yang sakral yang sering menjadi tempat pelaksanaan
                upacara / ritual keluarga. Tempat ini juga menjadi ruang penyimpanan
                benda-benda pusaka keluarga penghuni rumah.
            6.  Senthong-tengen, fungsinya sama dengan sentong kiwa
            7.  Gandhok,  bangunan  tambahan  yang  mengitari  sisi  samping  dan
                belakang bangunan inti.” (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
                Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah, 1982)



























                          Struktur ruang pada rumah tradisional Jawa ( telah diolah kembali ),
                            Dakung, Arsitektur Tradisional Daerah Istimewa Jogjakarta
              (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah, 1982)

            Tamara Adriani Salim                                          331
   346   347   348   349   350   351   352   353   354   355   356