Page 109 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 109

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            berkaitan dengan adanya kandungan yang melahirkan suatu relasi kuasa,
            bukan kepentingan yang muncul dari sifat alami tubuh manusia, seperti
            makan, berkomunikasi satu sama lain, memahami,  dan mengawasi
            lingkungan  (Eagleton,  1991).  Sebuah  pernyataan  menjadi  ideologis
            apabila diklaim bahwa pernyataan tersebut diperkuat oleh sebuah motif
            tersembunyi yang berkaitan erat dengan legitimasi kepentingan tertentu
            dalam sebuah perjuangan kekuasaan. Pernyataan seseorang yang secara
            empirik benar dan tidak membawa penumpang tersembunyi merupakan
            suatu potongan bahasa, bukan sebagai potongan wacana. Selain wacana, jika
            suatu tindakan retorika yang bertujuan menghasilkan efek tertentu, maka
            pernyataan juga masuk sebagai ideologis atau false consciousness. Hal ini
            terjadi karena dua alasan, pertama; pernyataan meliputi sejenis penipuan,
            misalnya seorang juru bicara tidak sungguh-sungguh menyatakan apa yang
            dimaksudkan dan kedua, pernyataan mengandung suatu implikasi tertentu
            (Eagleton, 1991).

            B. Cultural activation of social practice in cultural reproduction
                Budaya merupakan istilah kompleks karena digunakan oleh sejumlah
            disiplin ilmu yang berbeda dalam kerangka berpikir yang berbeda (Sutrisno,
            2005).  Kerumitan  tersebut  juga  karena  istilah  ini  tidak  mewakili  suatu
            entitas dalam dunia objek yang independen, tetapi lebih sebagai sebuah
            penanda yang selalu berubah dan memungkinkan dipahami secara berbeda
            oleh mereka yang membicarakan aktivitas manusia yang berbeda untuk
            tujuan  yang  berbeda  pula.  Konsep  budaya,  dengan  demikian,  menjadi
            sarana yang bermanfaat bagi mereka yang ingin melakukan sesuatu yang
            berbeda  ketika  penggunaan  dan  makna  suatu  kehidupan  terus  berubah
            (Barker, 2004, 2005). Pada titik ini perpustakaan bisa jadi dan, bahkan,
            dipastikan menjadi salah satu objek penerapan pengertian tersebut. Konsep
            budaya semacam ini banyak didefinisikan para ilmuwan sosial. Raymond
            Williams  (1977),  misalnya,  mengartikan  budaya  dalam  tiga  kelompok.
            Pertama, budaya dipahami sebagai proses umum terhadap pengembangan
            intelektual,  spiritual,  dan  estetika.  Proses  ini  melahirkan  orang-orang
            besar, seperti kaum filosof, ilmuwan, dan penyair. Kedua, budaya dipahami
            sebagai cara khusus hidup, baik itu terkait seseorang atau kelompok pada
            periode tertentu. Budaya dalam bentuk ini berupa pengembangan literasi,
            hari libur, olah raga, dan upacara keagamaan. Terakhir, budaya dipahami
            sebagai bentuk karya dan praktik berupa aktivitas intelektual, khususnya
            artistik (Storey, 1993; Kroeber, 1952; Abdullah, 2009).
                Ragam  pengertian  di  atas  menunjukkan  bahwa  istilah  budaya
            merupakan konsep yang kompleks, memiliki makna yang berbeda oleh
            orang yang berbeda, tergantung pada tujuan dan siapa yang memahami

            Nurdin                                                         89
   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114