Page 114 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 114
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
lantai 2 dan 3 dengan luas 1,970 m². Lantai 2 digunakan untuk dua layanan
korner, yaitu American Corner dan BI Corner yang sebelum tahun 2014,
terdapat Iranian Corner, ruang repositori institusi, yang isinya koleksi
tugas akhir mahasiswa berupa skripsi dan tesis serta laporan penelitian
dosen UMY, ruang serial yang terdiri atas koran, jurnal, dan majalah,
Table 1 Background of informants
ruang diskusi, ruang pajang brosur dan majalah gratis, ruang fotocopy, dan
Age/Length
Gender
Education
No
Pseudonym
warung perancis (kafe perpustakaan). Sementara itu, lantai 3 digunakan
of working
untuk ruang kepala dan administrasi, ruang pengolahan bahan pustaka,
Male
LAHS
72/7 years
1
Master Degree
ruang sirkulasi untuk koleksi buku perpustakaan, dan Muhammadiyah
ARPW
Master Degree
28/5 years
2
Female
Corner. Sedangkan, tiga lantai lainnya, yaitu lantai G (Ground) dan lantai
3
51/21 years
Bachelor Degree
Male
SAFD
satu masih digunakan untuk ruang kelas bagi mahasiswa, sedangkan lantai
Male
4
Bachelor Degree
55/21 years
SUSB
empat digunakan sebagai pusat bahasa UMY. Adapun koleksi yang dimiliki
Undergraduate Degree
44/18 years
Female
LANT
5
dapat dilihat dalam table di bawah ini.
Table 2 Overview of UMY library collection
Table 2 Overview of UMY library collection
No Topic of collection Number of titles Number of copies Other
information
1 General knowledge 46.809 166.994 Books
2 Islam 1.881 2.481 Books
3 Muhammadiyah 1.615 2.523 Muhammadiyah
corner
4 Serial 388 5.990 Printed & Digital
5 Others 392 513 Proceedings
Source: Library document of UMY, 2019
Analitical Discussion of Contested Ideologies in Collection Developemnt at UMY Library
Ekonomi politik and ideologi merupakan wacana penting yang
berpotensi melahirkan dominasi dan subordinasi dalam isu pengembangan
koleksi di perpustakaan. Tampak bahwa wacana ini juga melahirkan
kontestasi antaraktor pengelola perpustakaan dan stakeholder lainnya,
baik internal maupun eksternal, dalam membangun koleksi perpustakaan.
Dominasi dan subordinasi tersebut lahir sebagai dampak dari wacana
ekonomi politik dan ideologi perpustakaan yang selanjutnya berpengaruh
terhadap kepemilikan (ownership) koleksi perpustakaan, baik cetak maupun
elektronik. Kepemilikan koleksi ini menjadi sebuah arena pertarungan
antaraktor karena perbedaan ideologi ataupun akses terhadap suatu arena
kontestasi. Penerbit, pemilik modal, dan kelompok ideologi merupakan
para aktor yang meramaikan wacana pengembangan koleksi. Wacana ini
sejalan dengan Leckie (2010) yang mengatakan bahwa pandangan dunia
memengaruhi tentang bagaimana seseorang mendekati informasi, baik
berupa buku, database, maupun artifak budaya, dan tentang bagaimana
seseorang sebagai profesional menyajikan informasi kepada masyarakat.
Kehadiran perpustakaan dalam konteks ini menjadi penting bagi
94 Contested Ideologis in Collection Development ...

