Page 116 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 116

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            terhadap pengembangan perpustakaan tersebut. Kehadiran Iranian corner
            ini pada awalnya didorong oleh suatu inovasi dan kreativitas di kalangan
            pustakawan yang ingin mengoptimalisasi keberadaan perpustakaan tanpa
            melihat  ideologi sebagai  salah  satu  syarat  perwujudan  pengembangan
            koleksi. Para  pustakawan  menyadari  bahwa  perpustakaan  memerlukan
            banyak  koleksi  untuk memenuhi  kebutuhan  penggunannya  di satu sisi.
            Sementara, anggaran yang dimiliki perpustakaan di sisi lain tidak cukup
            untuk memenuhi semua harapan mereka.  Sehingga, kerjasama  dengan
            lembaga lain dianggap sebagai langkah strategis untuk mengoptimalisasi
            perpustakaan, khususnya di perpustakaan UMY tersebut.
                Inovasi dan kreatitivitas pustakawan tergambar saat pendirian Iranian
            corner tersebut. Mereka tidak peduli dengan arus ideologi. Mereka berpikir
            bahwa keberadaan  koleksi  yang maksimal  di  perpustakaan  lebih  utama
            ketimbang  perdebatan  ideologis. Semangat  inovasi tersebut melahirkan
            koleksi-koleksi atau sumber informasi yang sangat terbuka. Namun, situasi
            ini  tidaklah  berjalan  sesuai  dengan  harapan  mereka.  Kehadiran  corner
            ini kemudian menimbulkan perdebatan karena aliran Syi’ah di kalangan
            sebagian  besar aktor  Muhammadiyah  dianggap  sebagai aliran  sesat.
            Kehadirannya  di  lingkungan  pendidikan  Muhammadiyah  dikhawatirkan
            bisa berdampak terhadap khitah ideologi Ahlussunnah Muhammadiyah.
            Akibatnya, pada tahun 2013 kerjasama terkait corner tersebut yang melalui
            kedutaan  Iran  di  Jakarta  dihentikan.  Sebagian  koleksinya  dikembalikan
            ke  kedutaan  Iran  dan  sebagian  lainnya  dimasukkan  dalam  rak  koleksi
            perpustakaan UMY. Kontestasi ideologi ini tergambar secara jelas melalui
            sebuah proses pembubaran corner yang diakibatkan  karena perbedaan
            paham keagamaan yang dimiliki kedua belah pihak (Laugu, 2015).
                 Sementara,  kebijakan  pengembangan  koleksi  perpustakaan  UMY
            dilandaskan  pada  paham  keagamaan  Muhammadiyah  serta  berdasarkan
            bidang  keilmuan  yang  dikembangkan,  sebagaimana  hasil  wawancara
            dengan informan berikut ini.

                “... pengembangan koleksi yang dilakukan di  perpustakaan
                UMY  ini  didasarkan  pada  kebijakan  pengembangan  pendidikan
                Muhammadiyah,  klo koleksi  umum  itu  didasarkan  pada bidang-
                bidang  keilmuan  yang  dikembangkan  UMY....  sedangkan,  terkait
                keagamaan akan disesuaikan dengan visi keagamaan yang diemban
                oleh Muhammadiyah, walaupun kami sebenarnya sebagai pustakawan
                tentu  harus berpikir  terbuka  tanpa  memandang  jenis  atau  bentuk
                pemikiran keagamaan yang ada di koleksi. Namun, karena lembaga
                induk kami punya visi sendiri yang mungkin memiliki perbedaan yang
                agak mendasar dengan visi keagamaan kelompok lainnya sehingga


            96                             Contested Ideologis in Collection Development ...
   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121