Page 119 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 119

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            UMY. Interaksi komunikasi antara perpustakaan dan para dosen UMY juga
            menjadi penting dalam kaitan ini. Perpustakaan bisa memperoleh koleksi untuk
            kepentingan pemustaka melalui dosen, tanpa mengeluarkan uang, sedangkan
            dosen sendiri bisa mendapatkan keuntungan, baik secara akademik, yakni
            karya-karya mereka bisa diakses dan dipahami mahasiswa, yang nantinya dapat
            berdampak ekonomi atau secara komerisal. Artinya, melalui promosi berupa
            bedah  buku terhadap karya-karya dosen tersebut, maka  buku-buku tersebut
            dapat dikenal dan akhirnya dibeli oleh berbagai kalangan, baik dari mahasiswa
            sendiri maupun dosen lainnya, dan anggota masyarakat lainnya.
                Poin terakhir dari wawancara tersebut adalah upaya komunikasi
            perpustakaan dengan pimpinan perguruan tinggi UMY juga membuahkan
            hasil.  Kebutuhan  koleksi  untuk  pemustaka  dapat  didatangkan  oleh
            perpustakaan dengan mudah karena strategi pendekatan yang dilakukan. Jadi,
            persoalan kebutuhan anggaran pengadaan koleksi membuka kemungkinan
            tidak menjadi problem bagi perpustakaan UMY, yakni kebutuhan pemustaka
            akan koleksi tertangani dengan cepat. Kemampuan negosiasi perpustakaan
            untuk memperoleh anggaran dapat dikatakan berjalan dengan baik. Ini
            menunjukkan suatu proses ekonomi politik internal kelembagaan berfungsi
            secara baik, melalui kemampuan komunikasi pimpinan perpustakaan untuk
            mendatangkan anggarannya pada level kelembagaan.
                Kontestasi  tersebut  tidak  saja  mengenai  ideologi  dan  ekonomi,
            tetapi juga dalam hal kebudayaan. Hal tersebut dapat dilihat dalam hasil
            wawancara yang dilakukan Wijayanti (2018) sebagai berikut.
                “…Saya suka everything about seni. Saya juga punya komunitas drama di
                kampus. Jadi saya membawakan institusi yang saya pimpin dengan seni.
                Jadilah kekhasan saya, makanya kalau orang embassy menilai itu kok
                yang Amcor UMY ada Jam Session, ada International Jazz Day, ada acara
                apapun pokoknya semuanya seni, ya mungkin terbawa oleh gaya saya
                yang suka seni. Itu yang saya sebut dengan modify. Karena saya initiate,
                imitate semuanya akhirnya modify, sehingga tidak ada plagiarism. Ada
                kekhasan masing-masing. Itu yang saya pegang... (PU)”.
                Hasil  wawancara  di  atas  menggambarkan  adanya  pertarungan
            kepentingan kebudayaan untuk mengangkat nilai-nilai  budaya masing-
            masing,  baik  pemilik  corner,  yang  dalam  hal  ini  America  dan  host
            American  corner,  tempat  pengelolaan  corner,  yakni  UMY.  Amerika
            sebagai pemilik corner merasa perlu mengatur seluruh program kegiatan
            yang diadakan cornernya agar sejalan dengan visi pendirian corner untuk
            memperkenalkan budaya Amerika dalam masyarakat dunia. Di sisi lain,
            perpustakaan  UMY  yang  diwakili  pengelola  corner  menunjukkan  jati
            dirinya sebagai aktor yang juga memiliki kebebasan untuk memutuskan


            Nurdin                                                         99
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124