Page 110 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 110

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            istilah tersebut. Dalam konteks ini budaya cenderung menjadi istilah yang
            politis dan bermain di balik kekuasaan. Barker (2005) menyatakan budaya
            sebagai bahasa politis karena merupakan ekspresi dari relasi-relasi sosial
            kekuasaan kelas yang berusaha menaturalisasi  tatanan sosial sebagai
            fakta  yang  tidak  terhindarkan  di  satu  sisi,  namun  mengaburkan  relasi-
            relasi eksploitasi di sisi lainnya. Menurutnya, budaya semacam itu tidak
            lain adalah bersifat ideologis. Garis merah yang menghubungkan antara
            perpustakaan dan budaya tersebut bisa terlihat dari pandangan atau konsep-
            konsep di atas. Bagi mereka, budaya merupakan konsep yang terbuka untuk
            semua  pemahaman  yang  secara  spesifik  sarat  dengan  muatan  ideologis
            dan politis. Oleh karena itu, perpustakaan sebagai produk budaya menjadi
            penting  untuk  dibaca  dalam  panduan  konsep  budaya  agar  pemahaman
            peneliti terkerangka pada konteks praktik diskursif perpustakaan sebagai
            proses budaya yang aktif dan potensial terhadap isu politis dan ideologis.
            Ini  penting  untuk  membongkar  krisis  paradigmatik  studi  perpustakaan
            yang terjebak stagnan pada fenomena teknis dan manajerial semata menuju
            reproduksi budaya untuk mendapatkan pendekatan lebih kritis (Buschman,
            2003; Laugu, 2015).

            C. Library collection as ideological and political artifacts
                Koleksi  perpustakaan  merupakan  kumpulan  bahan-bahan  yang  berisi
            berbagai informasi untuk berbagai tujuan, baik bersifat ilmiah mupun non-
            ilmiah,  seperti  hiburan  dan  sebagainya  (KBBI).  Koleksi  juga  dipahami
            sebagai suatu publikasi yang terdiri atas berbagai karya (Wordweb Thesaurus/
            Dictionary).  Karya  merupakan  produk  seseorang  yang  dihasilkan  dari
            berbagai upaya dan kepentingan. Jadi, koleksi adalah suatu kumpulan gagasan
            yang melibatkan kumpulan perspektif, pemikiran, dan ambisi pribadi ataupun
            kepentingan  umum.  Koleksi  dalam  perpustakaan  dikelola  melalui  sebuah
            bagian  yang  sering  disebut  sebagai  pengembangan  koleksi.  Evans  (2000)
            mengatakan bahwa pengembangan koleksi adalah proses membangun bahan-
            bahan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna dengan
            tepat waktu dan ekonomis melalui sumber-sumber informasi yang dimiliki
            secara lokal ataupun dari organisasi lain. Sedangkan, IFLA menyatakan bahwa
            pengembangan  koleksi  adalah  fokus  pada  masalah  metodologi  dan  topik
            berkaitan dengan pengadaan bahan-bahan perpustakaan yang tercetak ataupun
            analog lainnya melalui pembelian, tukar menukar, hadiah, legal deposit, lisensi
            dan pembelian sumber informasi elektronik.
                Pengertian koleksi dan proses publikasi di atas menggambarkan kondisi
            dinamis, tidak bersifat pasti, dan bahkan ada pasang surut kepentingan yang
            melatari terbangunnya sebuah kesepakan gagasan untuk lahirnya sebuah karya.
            Jadi, karya bukan lahir tanpa negosiasi, baik bersifat internal maupun ekternal.

            90                             Contested Ideologis in Collection Development ...
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115