Page 221 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 221

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            dan  Robinson,  2012:137).  Informasi  yang  bersifat  pribadi  di  sengaja
            ditampilkan oleh seorang pelakon di dunia hiburan di internet. Foto foto
            yang mempertontonkan kemesraan dengan kekasih sedang berciuman
            dan berpelukan  mesra.  Seorang pelakon  di dunia  hiburan  di Indonesia
            menyatakan bahwa dirinya melakukan hubungan badan dengan kekasihnya
            sejumlah tujuh kali dalam sehari. Persoalannya adalah yang bersangkutan
            merupakan seorang transgender, dan pasangan tersebut belum menikah.
            Dalam  hal ini, orang tersebut kemungkinan  memiliki  niat  untuk
            mendongkrak  popularitas  sebagai  pekerja  seni. Namun, perbuatannya
            mengunggah  foto  dan  pernyataan  yang  secara  etika,  diluar  nilai  nilai
            masyarakat  Indonesia  menyulut  kontraversi  publik.  Masalah  informasi
            semacam ini terkait dengan isu etika (Bawden dan Robinson, 2012, xx).
                Facebook menjadi media bagi pengguna menyampaikan keluh kesah,
            kebencian,  dan  menyerang  pihak  lain  yang  menjadi  seteru.  Unggahan
            pernyataan  di  facebook  seperti  mengata-ngatai  pilihan  politik  selain
            pilihannya, misal pasangan nomor satu dan nomor dua; menjelek-jelekkan
            seseorang karena  berbeda  pilihan  padahal  sebelumnya  kedua  pihak
            tadinya berteman; mengumbar aib isteri/suami atau mantan isteri/suami
            seperti pernyataan panjang lebar mengenai alat kelamin berbau ikan asin.
            Sebaliknya,  ada orang-orang yang memamerkan  kekayaan, kesuksesan,
            dan keberhasilan dirinya atau anggota keluarga secara berlebihan. Semua
            unggahan dan pernyataan dari contoh di atas merupakan hasil himpunan
            dari pemikiran,  pengalaman,  dan tindakan yang sudah diolah menjadi
            informasi. Informasi seharusnya mengandung nilai nilai etik sebagaimana
            yang terdapat dalam kebudayaan yaitu saling menghormati, menghargai,
            dan tenggang rasa. Semua nilai ini merupakan prinsip dasar manusia
            berkehidupan dengan sesama. Jika, nilai-nilai ini hilang, tidak dipegang
            dan  dijalankan  manusia,  dunia  menjadi  kacau.  Kasus  penyalahgunaan
            informasi sejumlah dua juta orang yang diambil dari facebook menimbulkan
            kerusuhan  sampai  pihak  berwajib  perlu  mengambil  tindakan  hukum
            terhadap pelaku kejahatan.
                Facebook dan world wide web adalah  aplikasi  jaringan dari
            implementasi  fungsi  Teknologi  Informasi  dan  Komunikasi  yang  terus
            berkembang pesat tidak dapat terlepas dari etika (Stahl, et.al, 2017). Floridi
            telah menyampaikan  masalah  etika  informasi  ini  sejak  lama  (Floridi,
            1999; Floridi, 2013). Facebook dan internet mengandung sejumlah besar
            informasi mengenai identitas individu, juga mengenai aktivitas, kehidupan,
            pertemanan – permusuhan, perasaan, dan peraihan individu juga foto yang
            diunggah individu dengan niat dan kesengajaan.
                Tulisan ini tidak berfokus pada ancaman terhadap kerahasiaan pribadi
            yang  ada  di  facebook  dan  internet.  Tulisan  ini  juga  tidak  bermaksud

            Ike Iswari Lawanda                                            201
   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225   226