Page 225 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 225
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
secara ilmiah. Persoalan keterbukaan diri memicu gagasan kerahasiaan
pribadi atas informasi yang bersifat pribadi untuk dikaji di tengah keriuhan
pemanfaatan media sosial seperti facebook dan internet.
Teknologi informasi dan komunikasi menjalankan media sosial dan
facebook dengan alat yaitu gadget seperti hand phone, smart phone. Alat ini
melekat langsung pada diri individu karena dapat dipegang, disentuh. Alat
ini menjadi sarana bagi seorang individu menerima dan mentransfer juga
mengolah semua informasi untuk disampaikan kemudian kepada individu
lain dalam jaringan. Alat yang dipegang dan dibawa kemana saja oleh setiap
individu ini ternyata bukan sekedar sebagai sarana berkomunikasi. Individu
merasakan alat ini seolah-olah merupakan bagian dari diri dan kehidupannya.
Kebanyakan orang saat ini tidak dapat dilepaskan atau terpisah dari alat
komunikasi miliknya. Individu seolah olah tidak memiliki batasan dengan
alat komunikasi miliknya, oleh karena itu juga bisa mendatangkan bahaya.
Temming menyampaikan bahwa smartphone menjadi ancaman atas
privasi seseorang, mendeteksi keberadaan seseorang (Temming, 2018). Ini
merupakan persoalan di dalam masyarakat informasi (Castell, 2000).
Untuk orang-orang tertentu yang bekerja di dunia panggung sandiwara,
informasi yang seharusnya rahasia pribadi ditampilkan di facebook dan
internet, bertujuan agar dirinya dikenal oleh masyarakat seluas-luasnya.
Kategori malu – tidak malu; suka - tidak suka; rahasia – bukan rahasia,
tidak lagi dibatasi dalam keteraturan oposisi binari. Hal ini juga berlangsung
dalam publikasi tulisan ilmiah. Tulisan ilmiah bagi sivitas akademika
merupakan suatu peraihan tertinggi untuk dipublikasikan di jurnal bereputasi
dan terindeks (Crews, 2012). Hal ini terlihat sebagai sarana menjual diri
seseorang dan organisasi dengan memanfaatkan media sosial seperti internet
dan facebook. Tentunya, pengertian menjual pada sivitas akademika dengan
artikel jurnal mengarahkan pada pengertian kerahasiaan pribadi terkait ilmu
pengetahuan. Namun, pada akhirnya kerahasiaan informasi menyangkut
pengetahuan, pemikiran, dan gagasan yang berimplikasi secara beragam
dalam kehidupan manusia (Pedley, 2011).
Kerahasiaan pribadi vs Penyebaran informasi di publik
Kerahasiaan pribadi adalah kondisi menjauhkan orang lain dapat
mengakses sejumlah informasi mengenai seseorang atau pengalaman
seseorang. Kerahasiaan pribadi, dalam ranah ekonomi, adalah kondisi
mencegah orang lain agar tidak dapat mengakses diri seseorang. Pengalaman
menunjukkan bahwa informasi yang dapat diakses dengan adanya pemikiran
seseorang mengenai kerahasiaan pribadi membuat informasi mengenai
dirinya mengandung makna lebih dari sekedar informasi. Informasi
mengandung makna kemampuan seseorang untuk menutupi kegiatan dirinya
Ike Iswari Lawanda 205

