Page 227 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 227

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            dengan menempatkan dalam dialog oposisi binari. Informasi yang diamati
            dan dianalisis mengandung rahasia pribadi namun dapat dilihat dan dibaca
            oleh publik.
                              IV. DATA DAN PEMBAHASAN
                Alat komunikasi sebagai bagian dari diri memampukan seseorang dapat
            menyampaikan isi hati dan pikiran yang tidak dapat disampaikan secara
            eksplisit selama ini kepada pihak yang dituju. Namun demikian, individu
            bukan tidak menyadari bahwa antara diri dan alat komunikasi miliknya
            terdapat pembatas atau batasan. Pembatas atau batasan ini merupakan ruang
            untuk peluang dan bahaya muncul. Peluang dimanfaatkan oleh individu
            pemilik alat komunikasi menjadi saluran menyampaikan pesan yang tidak
            mungkin dan tidak patut disampaikan dengan mulut langsung di hadapan
            khalayak ramai secara tatap muka di ruang riil yang terbuka. Sebaliknya,
            pihak lain yang berniat mengeksploitasi informasi milik seorang individu
            untuk kepentingan atau keuntungan dirinya (Bawden dan Robinson, 2011;
            Carbo, 2008). Pembatas atau batasan yang mengandung kategori bahaya
            dan peluang dalam tulisan ini diindikasikan sebagai nilai-nilai moral atau
            etika manusia pada umumnya yaitu saling menghargai, menghormati, dan
            tenggang rasa. Nilai nilai umum ini menjadi tujuan dan landasan manusia
            berkehidupan agar hidup teratur.

            1. Informasi pribadi – pribadi informasi
                Persoalan  mengenai  kerahasiaan  pribadi  mengarahkan  pemahaman
            kita bahwa kendali menjadi  penting untuk diangkat dalam memahami
            pemanfaatan  facebook  sebagai  aplikasi  dari  perkembangan  teknologi
            informasi  dan  komunikasi.  Seseorang  tidak  begitu  saja  dengan  mudah
            dapat membuat pembatasan atas akses informasi dirinya. Facebook tidak
            hanya jalan bagi seseorang menjadi dapat terlihat oleh publik. Facebook
            juga menjadi jalan bagi seorang pengguna untuk memperlihatkan hanya
            satu sisi dari dirinya yang diinginkannya, untuk dapat dilihat oleh orang
            lain.
                Diri sendiri yang memegang kendali dalam menentukan orang-orang
            yang dapat melihat informasi dirinya misal di facebook. Pengendalian yang
            dilakukan seseorang tidak mungkin berlangsung tanpa ada pertimbangan
            walau sekecil apapun.   Individu perlu melakukan  pertimbangan  karena
            setiap  individu  dipenuhi  oleh  konflik  emosional  dalam  menghadapi
            keteraturan sosial. Namun, tentu saja individu dapat berbaur di dalamnya
            dengan sangat berhati-hati (Foucault, 1977). Individu dapat menghadapi
            keteraturan  sosial dengan cara  dirinya  memasukkan  kuasa ke dalam
            perilakunya.  Kuasa  berjalan  dengan  tepat  guna  melalui  mekanisme
            pengamatan, diikuti dengan pengetahuan yang selalu mencari objek baru

            Ike Iswari Lawanda                                            207
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232