Page 228 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 228
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
untuk ditampilkan di permukaan sebagai pengetahuan. Kuasa pun berjalan
(Foucault, 1977). Individu perlu berhati-hati dalam menampilkan dirinya
ke hadapan publik.
Individu perlu menggunakan pengetahuan agar dapat membuat
kendali atas diri dan informasi yang akan ditampilkan. Kendali individu
dalam menampilkan informasi mengenai diri sebaiknya dilakukan atas
dasar pertimbangan untung – rugi; keterbukaan – kerahasiaan. Danaher
(2019) menyebutkan informasi: hiperbola dan satrikal berinkorporasi
dengan instruktif dan peradaban.
Kendali terkait kerahasiaan pribadi dapat membatasi pemahaman
seseorang mengenai nilai dari kerahasiaan pribadi. Bahwa, hanya
pada bagian-bagian tertentu saja dari kerahasiaan pribadi yang perlu
dikendalikan. Pada akhirnya, kerahasiaan pribadi adalah nilai nilai, sumber
daya yang langka untuk seseorang dapat menyebarluaskan akses informasi
dirinya. Distribusi informasi oleh seseorang kepada orang lain dilakukan
guna orang tersebut menjadi akrab terhadap satu sama lain. Tindakan ini
perlu dibedakan dengan distribusi informasi agar orang banyak mengetahui
tentang dia. Suatu relasi yang akrab mengandung fungsi bagi orang-
orang terkait untuk saling memberi perhatian dan melindungi satu sama
lain. Seseorang membagikan sebanyak banyak informasi dirinya yang
bersifat pribadi dengan orang yang akrab dengannya guna meraih fungsi
keakraban ini. Internet memang menjadi platform penyebaran informasi
(Castell, 2000, 385). Namun, pengguna tetap perlu memegang kendali atas
informasi dirinya. Koordinasi dan kooperasi yang dikandung oleh facebook,
sebenarnya membantu membangun pemikiran individu pengguna untuk
membangun kuasa sosial terhadap dirinya, melalui pengorganisasian yang
dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
2. Kerahasiaan pribadi sebagai tirai
Definisi kerahasiaan pribadi juga tidak dapat disamaratakan. Nilai
kerahasiaan pribadi atas suatu informasi seseorang atas kemalangan
finansial yang dialaminya tidak sama dengan nilai kerahasiaan pribadi
atas pendapat seseorang mengenai situasi politik yang berlangsung saat
itu. Kerahasiaan pribadi yang dilakukan seseorang terhadap informasi
dirinya terkait dua hal tersebut merupakan upaya dirinya ingin mencegah
orang lain mengakses informasi mengenai kedua hal tersebut. Seseorang
hanya dapat menyembunyikan informasi mengenai kerugian finansial
yang pernah dialaminya dengan cara ia membuat penghambat dalam
akses informasi bagi orang-orang menelusur informasi mengenai dirinya.
Seseorang memiliki kuasa dalam menentukan orang-orang yang dapat
mengakses tentang kondisi finansial dia. Nilai kerahasiaan pribadi dapat
208 Kerahasiaan Pribadi dalam Berkomunikasi di Media Sosial

