Page 224 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 224

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            lain, upaya seseorang menyembunyikan rahasia pribadi merupakan upaya
            dirinya menghindari orang-orang tidak bertanggung jawab menggunakan
            informasi mengenai dirinya.
                Dalam tradisi yang berlaku selama ini, orang orang berusaha menutup-
            nutupi rahasia pribadi. Rahasia pribadi hanya disampaikan di lingkungan
            keluarga saja - misal, informasi mengenai pelecehan yang dialami seseorang,
            atau anak dan perempuan hanya disampaikan di hadapan keluarga besar.
            Saat inipun, rahasia pribadi  sepatutnya  bukan untuk dikonsumsi oleh
            masyarakat  umum.  Kerahasiaan  pribadi  menjadi  hakikat  membentuk
            suatu masyarakat yang meyakini bahwa informasi yang bersifat pribadi
            merupakan  rahasia,  dan  individu  yang  bersangkutan  bebas  menentukan
            sendiri kategori informasi yang rahasia. Kerahasiaan pribadi merupakan
            sesuatu  yang  sangat  berharga.  Kebebasan  atas  kerahasiaan  pribadi  itu
            sendiri  mengandung  pengertian  bahwa  informasi  mengenai  pribadi
            seseorang bukan untuk dikonsumsi oleh siapa saja. Masyarakat yang bebas
            dapat  menjadi  berbahaya  dan  seringkali  menimbulkan  kekacauan.  Oleh
            karena itu, setiap individu perlu menyadari nilai kerahasiaan pribadi pada
            dirinya, dan patut menjaganya.

                                II. TINJAUAN LITERATUR
                Ancaman  atau  bahaya  berupa  penyalahgunaan  informasi  pribadi
            individu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab muncul berdasarkan
            pada  unsur  ekonomi  untuk  meraup  keuntungan.  Unsur  ekonomi  pada
            informasi  memanfaatkan  media  teknologi  informasi  dan  komunikasi
            berintegrasi  tidak  dapat  terhindar  dari  jaringan  moral  global.  Informasi
            tidak lagi hanya dilihat sebagai suatu sistem melainkan juga signifikansi
            pada  penggunanya.  Informasi  dan  teknologi  informasi  dan  komunikasi
            tidak  bermakna,  dan  tidak  dapat  beroperasi  tanpa  pengguna.  Informasi
            muncul  disebabkan  oleh  pengguna yang sarat dengan  kebutuhan  dan
            kepentingan  –  begitu  juga  dengan  teknologi  informasi  dan  komunikasi
            beserta alat/mesin penyalurannya.
                Informasi merupakan bagian dari dunia dari pengguna individu maupun
            jaringan jagad raya ini. Pengguna yang semrawut dipenuhi oleh kebutuhan
            informasi dan diseminasi informasi. Kedua hal ini sangat dipengaruhi oleh
            akses informasi yang sangat terbuka dengan kecanggihan alat teknologi
            informasi dan komunikasi saat ini mampu memenuhi kebutuhan informasi
            untuk disampaikan dan disebarluaskan dalam jaringan global. Informasi
            yang berdiri sendiri sebagai satu sistem juga dapat dianalisis sendiri (Bawden
            dan Robinson, 2012, 43). Namun, kesemrawutan yang berlangsung pada
            pengguna  dalam  kebutuhan  informasi  pada  setiap  individu  yang  cukup
            heboh, melahirkan sejumlah persoalan yang sangat menarik untuk dikaji

            204                     Kerahasiaan Pribadi dalam Berkomunikasi di Media Sosial
   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229