Page 222 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 222
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
menyatakan bahwa pemanfaatan informasi tidak memberi keuntungan
bagi individu pengguna. Tulisan ini berusaha ikut menunjukkan informasi
dianalisis dari pendekatan konstruktivis (Bawden dan Robinson, 2012).
Untuk itu, kategori ancaman yang selalu muncul menyertai informasi,
ditampilkan sebagai upaya menajamkam analisis. Hal ini berangkat dari
informasi milik seseorang dapat dimanfaatkan oleh orang lain, dapat
merugikan diri individu yang bersangkutan (Temming, 2012). Oleh
karena itu, individu perlu melakukan pengamanan atas informasi dirinya.
Pengamanan dapat dilakukan oleh setiap pengguna menggunakan fitur
yang tersedia di facebook sehingga semua individu pengguna facebook
sebenarnya dapat melakukan kendali sosial atas informasi dirinya. Setiap
individu perlu melakukan kendali atas informasi dirinya karena facebook
membuat diri menjadi dapat dilihat, tidak hanya terlihat. Kesadaran
seseorang mengenai dirinya dapat dilihat orang membuat dirinya menjadi
agen yang mengendalikan dirinya sendiri. Mengutip pernyataan Michel
Foucault (1977),
He who is subjected to a field of visibility, and who known it,
assumes responsibility fot the constraints of power, he makes them play
spontaneously upon himself he inscribes in himself the power relation in
which be simultaneously plays both roles, he becomes the principles of his
own subjection.
Foucault beranggapan bahwa kendali sosial menciptakan suatu dunia
yang memungkinkan kehidupan setiap individu dapat terlihat secara rinci
dan menjadi sasaran empuk untuk diperhatikan orang walaupun laman
seseorang di facebook tidak pernah ditengok oleh siapapun. Sebaliknya,
teknologi informasi dan komunikasi menurunkan kemampuan dan
keinginan manusia dalam menjalankan tanggung jawab sebagai agen
moral (Danaher, 2019).
Facebook memberi peluang untuk menimbulkan ancaman terhadap
kerahasiaan pribadi seseorang disebabkan oleh serpihan-serpihan informasi
seseorang atau suatu organisasi berakumulasi dan kemudian menjadi
konsumsi publik. Seseorang dapat mengkonstruksi gambaran kehidupan
pribadi orang yang ditujunya secara rinci dengan hanya melihat informasi
orang yang dimaksud di facebook. Kita dapat mengetahui mengenai
teman-teman yang dimiliki oleh seseorang, yang suka dilakukan atau yang
dilakukan orang yang kita tuju untuk keuntungan diri kita (Reiman dalam
Bonevac, 2002, 295). Facebook menampilkan, misal seorang individu
merupakan orang yang selalu tepat waktu dan dapat dipercaya. Semua
hal itu merupakan fakta yang dapat dibuktikan melalui informasi yang
diunggah orang yang bersangkutan di facebook. Facebook menyimpan
untuk selamanya informasi yang diunggah oleh pengguna.
202 Kerahasiaan Pribadi dalam Berkomunikasi di Media Sosial

