Page 315 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 315

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            Organisasi dengan angka koefisien R square (R²) sebesar 0,389 atau 38,9%
            dengan level signifikansi (p<0.01). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin
            tinggi Kepemimpinan Nabi dan Etos Kerja Islam yang dimiliki oleh seorang
            atasan maka semakin tinggi juga Komitmen Organisasi karyawannya.
                Peneliti lain yang hampir memiliki kemiripan terhadap kematangan
            karir  dikaji  oleh  Baoguo  Xie  (2016)  dkk  bahwa  faktor  lain  yang  dapat
            mendukung kematangan karir adalah calling, career satisfaction, and career
            adaptability  yang  menyatakan  bahwa  pemanggilan  berhubungan  positif
            dengan  keterlibatan  kerja,  kepuasan  karir  dan  kemampuan  beradaptasi
            karir. Pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi hirarkis
            yang  dijalankan  oleh  Paket  Statistik  untuk  Ilmu  Pengetahuan  Sosial
            (SPSS) menunjukkan hasil regresi hirarkis untuk semua hubungan yang
            dihipotesiskan.  Setelah  mengendalikan  gender, umur,  pendidikan,  dan
            masa  kerja  organisasi,  ditemukan  hasil  bahwa  secara  signifikan  dan
            positif berhubungan dengan keterlibatan kerja (Model 2; β = .67, pb .001),
            kepuasan karir (Model 4; β = .56, pb. 001), dan kemampuan beradaptasi
            karir (Model 6; β = .59, pb .001).
                Pengaruh lain terhadap kematangan karir dipengaruhi atas dukungan
            keluarga  dan  atas  kemauan  diri  sendiri,  sebagaimana  hasil  studi  yang
            dilakukan oleh  Pianpian Guan dkk (2016) yang menyebutkan bahwa hasil
            penelitian menunjukkan adanya dukungan orang tua dan kemauan sendiri
            (self-efficacy) berpengaruh secara positif terhadap pengembangan karir.
                Hal  lain  yang  dapat  menjadikan  karir  berkembang  adalah  adanya
            kesempatan dan peluang yang diberikan kepada para pegawai sehingga
            akan meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme terhadap karyawan
            tersebut,  sebagaimana  hasil  riset  yang  dilakukan  oleh    Russell  dkk
            (2016)  yang  menjelaskan  bahwa,  jika  organisasi  memberi  kesempatan
            kepada karyawan untuk terlibat dalam pengalaman pengembangan karir
            (misalnya, pekerjaan kerajinan tangan, kepemimpinan informal, hubungan
            mentoring), karyawan dengan kualifikasi yang terampil secara politis akan
            memanfaatkan peluang ini dan memanfaatkan pengetahuan, keterampilan,
            kemampuan,  dan kemampuan tambahan  pengalaman  mereka,  untuk
            membuat  kontribusi  unik, memberikan  sumber daya manusia  yang
            berharga kepada organisasi.


            2. Pengaruh Kompetensi (X2) terhadap Kematangan Karir (Y)
                Pengaruh kompetensi (X2) terhadap kematangan karir (Y) dibuktikan
            pernyataan bahwa persepsi pustakawan PTI di DIY mengenai kompetensi
            (X4)  mempunyai  pengaruh  signifikan  terhadap  kematangan  karir  (Y)
            dengan angka substansial (0,000 < 0,05). Hasil kajian sudah dilaksanakan


            Sugandi                                                       295
   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320