Page 320 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 320
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
pimpinan. Kunci dari tercapainya kompetensi secara maksimal merupakan
cerminan sejauh mana para pemimpin di Perpustakaan PTI di DIY mampu
menjalankan peran kepemimpinannya dalam melakukan pembinaan
terhadap kompetensi bagi para pustakawannya. Hal ini didukung oleh
penilaian sebagian besar responden mengapresiasi dan memberikan respon
terhadap tingkat kepemimpinan profetik di Perpustakaan PTI di DIY
pada tataran kategori tinggi, berarti semakin tinggi penilaian pustakawan
terhadap kepemimpinan profetik maka akan semakin tinggi derajat
kompetensi pustakawan.
Dari hasil riset sebelumnya oleh Widiasih memberikan hasil bahwa
hubungan antara Kepemimpinan Profetik (X1) dengan Keterikatan Kerja
(Y) adalah sebesar 0,262 dengan tingkat signifikasi 0,000. Sedangkan
hubungan antara Pemberdayaaan Psikologis (X2) dengan Keterikatan Kerja
(Y) adalah sebesar 0,213 dengan dearajat substansial 0,001. Hasil nilai F
hitung pada tabel ANOVA, yaitu senilai 14,836 dengan signifikansi 0.000.
Dengan memperhatikan bahwa nilai probabilitas adalah 0,000 < 0,05 maka
dapat dinyatakan bahwa model persamaan Y = a+bX sudah benar.
Peneliti lainnya dari Alawiyah menjelaskan bahwa pelatihan
kepemimpinan profetik dapat meningkatkan komitmen mengajar bagi guru,
dengan hasil perhitungan 0,426 (0.006 < 0.05).
V. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis studi teoritis dan empiris serta sintesis yang telah
dibuktikan secara deskriptif maupun inferensial dapat disusun kesimpulan
sebagai berikut:
1. Persepsi responden terhadap variabel penelitian pada PTI DIY terletak
pada kategori tinggi sampai dengan sangat tinggi. Kepemimpinan
profetik (X1) dalam kategori tinggi dengan nilai persepsi sebesar
79,38; kompetensi (X2) dalam kualifikasi sangat tinggi dengan skor
angka apresiasi sebesar 81,66; dan tingkat kematangan karir (Y)
pustakawan dalam kualifikasi tinggi dengan nilai 77,82.
2. Secara parsial dari hasil pengujian, didapat angka substansial t
statistika dari variable kepemimpinan profetik senilai (1.282). Dengan
angka substansial t statistika lebih besar dari taraf substansial α =
5% atau (0.204 > 0,05), maka H0 diterima dan menolak H1, berarti
variabel kepemimpinan profetik secara parsial tidak berdampak pada
kematangan karir pustakawan studi kasus pada PTI di Daerah Istimewa
Yogyakarta. Sementara dari hasil pengujian, didapat angka substansial
t statistika dari variabel kompetensi senilai (8.876). Dengan angka
300 Membangun Kematangan Karir Pustakawan ...

