Page 318 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 318
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
kemampuan kerja yang dipersonalisasi meningkatkan pengetahuan kita
tentang karir melalui keterpaduan lebih lanjut dari sumber bacaan karir
dengan sumber bacaan kerja. Selain itu, hubungan yang ditemukan antara
pengembangan kompetensi dan hasil karir mendukung model mobilitas
sukses penerbangan bersponsor (Rosenbaum, 1994).
Efek mediasi penuh dari kemampuan kerja yang dirasakan sendiri pada
korelasi antara keterlibatan pegawai dalam prakarsa pembinaan kompetensi
dan keberhasilan pekerjaan membuktikan bahwa mengembangkan skill
dan fleksibilitas (menjadi dua indikator kemampuan kerja sebagaimana
dikonseptualisasikan dalam penelitian ini) dengan secara aktif terlibat dalam
pengembangan kompetensi adalah mekanisme yang penting, dimana individu
dapat mencapai kesuksesan karir. Temuan ini menambah literatur dimana
konstruksi kemampuan kerja dipelajari dari perspektif tingkat individu dan
ditafsirkan terdiri dari elemen kognitif, perilaku, dan sikap (Fugate & Kinicki,
2008). Korelasi langsung antara support organisasional yang dirasakan untuk
pembinaan kompetensi dan kesuksesan karir konsisten dengan sumber bacaan
sebelumnya di mana kemampuan kerja dipelajari dari sudut pandang institusi
dan menyiratkan bahwa konteks yang mendukung mendorong kerja (Nauta
et al., 2009). Temuan bahwa dukungan organisasional untuk pengembangan
kompetensi berkaitan dengan hasil sukses karir subyektif antara lain melalui
kemampuan kerja yang dirasakan sendiri (elemen modal manusia) mendukung
gagasan bahwa penting untuk menggabungkan mobilitas karir dan pendekatan
mobilitas bersponsor ketika mempelajari anteseden keberhasilan karir (Ng
et al., 2005). Akhirnya, hasil ini memberi gambaran baru terkait bagaimana
institusi dapat mempengaruhi keberhasilan kinerja pegawai mereka dengan
sistem yang berlainan, yaitu dengan berkonsentrasi terhadap pembinaan
kompetensi, dibandingkan dengan perhatiannya teradap inisiatif konvensional
seperti menawarkan sudut pandang kerja, keamanan, atau kesempatan untuk
mendapatkan keuntungan seperti yang disarankan dalam penelitian sebelumnya
(misalnya, Ng et al., 2005).
Temuan lain yang mendukung kajian ini ditemukan oleh Wen-Hwa
Ko (2012) yang mengeksplorasi hubungan antara kompetensi profesional,
kepuasan kerja dan kepercayaan pengembangan karir bagi para koki,
dan menguji mediator kepuasan kerja untuk kompetensi profesional dan
kepercayaan pengembangan karir di Taiwan. Hasil analisis menunjukkan
bahwa sikap kerja adalah konstruksi yang paling berpengaruh untuk
kompetensi profesional, dan kreativitas kuliner memiliki peringkat terendah
yang dilaporkan. Kepuasan kerja menunjukkan rangking yang lebih tinggi
daripada kepuasan kerja saat ini. Hasil pemodelan persamaan struktural
menunjukkan bahwa kompetensi profesional berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan kerja, dan kepuasan kerja memprediksi keperca-yaan
298 Membangun Kematangan Karir Pustakawan ...

