Page 442 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 442

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            Prensky (2001) menyebut bahwa digital natives adalah pemustaka yang
            hidup dalam dunia digital yang lahir tahun 1980 ke atas. Artinya mereka
            lahir di tengah pertumbuhan komputer dan internet yang sangat pesat (net
            generation). Mereka semenjak lahir sudah terpapar teknologi, dilingkupi
            oleh hadirnya berbagai macam gawai (gadget), memiliki  akses kepada
            teknologi  digital yang saling terhubung, dan mempunyai kemampuan
            serta  pengetahuan  komputer.  Namun  demikian,  aspek  kelas  sosial  dari
            net generation juga menentukan tingkat keterpaparan terhadap teknologi
            digital. Gawai diartikan sebagai suatu peranti teknologi/perkakas/alat yang
            selalu dibawa pemustaka digital natives (misalnya smartphone) dan secara
            spesifik fungsinya lebih canggih dibandingkan dengan teknologi telepon
            seluler yang diciptakan  sebelumnya.  Selanjutnya  terkait  dengan  digital
            natives, maka sangat lekat dengan budaya generasi muda (youth culture).
            Dalam  era digital,  kegiatan  remaja  tidak  jauh  berhubungan dengan
            konsumsi dan gaya hidup. Konsumsi dalam konteks penelitian ini terkait
            dengan konsumsi ruang dan konsumsi gawai. Budaya konsumtif remaja
            pada gawai muncul  sebagai  dampak  dari  perubahan  makna konsumsi,
            yaitu  kegiatan  konsumsi  gawai  yang  berlebihan  demi  mengejar  status
            sosial, gengsi, dan harga diri. Hal ini disebabkan karena sikap, pandangan,
            maupun  pola  hidup  konsumtif  remaja  yang  cenderung  menginginkan
            sesuatu serba instan.
                Praktik ruang perpustakaan menjadi praktik keruangan, yaitu untuk
            menjelaskan pemustaka digital natives melakukan apa saja selama berada
            di ruang  perpustakaan,  misalnya  sekedar  browsing,  chatting, menonton
            youtube,  online  shop, membuka jejaring  sosial, berdiskusi kelompok,
            maupun beragam aktivitas lainnya. rumusan masalahnya adalah:
            1.  Bagaimana  representasi  ruang  perpustakaan  dengan  menggunakan
                konsep representasi ruang Lefebvre ?
            2.  Bagaimana  praktik  konsumsi  pemustaka  digital  natives atas ruang
                perpustakaan ?


                                II. TINJAUAN LITERATUR

            A. Triadik Teori Ruang Henri Lefebvre
                Pemilihan teori produksi ruang Lefebvrean didasarkan pada anggapan
            bahwa teori tersebut relevan  untuk kajian  keruangan termasuk ruang
            perpustakaan.  Henri  Lefebvre  adalah  salah  satu  filsuf  kiri  Perancis  dan
            salah  seorang  teoritikus  neo-Marxian  yang  cukup  berpengaruh  dengan
            salah satu karyanya yang penting yakni The Production of Space (1991).
            Karya ini menjadi karya terakhirnya sebelum meninggal pada tahun 1991.
                Produksi ruang sosial merupakan gagasan Lefebvre yang terinspirasi


            422           Praktik Pemaknaan Pemustaka Digital Natives Atas Ruang Perpustakaan
   437   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447