Page 446 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 446

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            yang  saling  mengandaikan  dan  mempengaruhi.  Kekuatan  spesifik  yang
            beroperasi di dalam sebuah arena adalah modal. Dalam sebuah arena
            terjadi proses sosial yaitu dengan habitus yang sama kepemilikan modal
            akan  berpengaruh  terhadap  eksistensi  dan  praktik.  Habitus  memetakan
            individu dalam ruang sosial yang dipenuhi dengan arena dan merupakan
            perlengkapan dari gaya hidup yang ditampilkan dalam ruang sosial.
                Gaya hidup bersifat kompleks. Artinya untuk mengkaji gaya hidup
            diperlukan  pemahaman  tentang habitus yang akan mampu  menangkap
            kompleksitasnya. Apa yang terwujud dalam gaya hidup merupakan hasil
            operasi habitus pada arena dengan modal-modal tertentu. Dalam pandangan
            Bourdieu (1998: 4), konsep kapital digunakan karena dapat menjelaskan
            hubungan-hubungan  kekuasaan,  seperti:  terakumulasi  melalui  investasi,
            dapat diberikan atau diwariskan, dan dapat memberikan keuntungan sesuai
            kesempatan  pemiliknya  untuk mengoperasikan  penempatannya.  Hal ini
            seperti  kapital  ekonomi,  kapital  budaya, kapital  sosial, maupun kapital
            simbolik.
                Selanjutnya pemahaman tentang distingsi dalam pemikiran Bourdieu
            (1984:  11)  terkait  dengan  habitus  kelas.  Artinya  dapat  menjabarkan
            tentang tindakan seseorang untuk membedakan dirinya dengan yang lain
            dalam  menunjukkan  kelasnya.  Lebih  lanjut  menurut  Bourdieu  (1984:
            468) bahwa habitus kelas sebagai pengetahuan praktis yang diperoleh
            sebagai hasil dari pembagian obyektif ke dalam kelas itu sendiri. Habitus
            kelas mengorganisasikan praktik, sehingga agen-agen yang berada dalam
            kondisi sama dapat memproduksi praktik yang sama. Bourdieu (1984: 169)
            menjelaskan 3 (tiga) bentuk habitus kelas yang menjadi prinsip klasifikasi
            yang menyatukan preferensi selera di semua arena praktik kultural: habitus
            rasa perbedaan (sense of distinction) pada kelas dominan, habitus kehendak
            baik  budaya (cultural  good  will), habitus pilihan kebutuhan (choice of
            necesity).

                                III. METODE PENELITIAN
                Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Objek
            yang dimaksud adalah ruang perpustakaan dan subyeknya adalah pemustaka
            digital  natives. Fokus utama  penelitian  berkenaan  dengan representasi
            ruang  perpustakaan  dan  praktik  konsumsi  pemustaka  digital  natives
            atas ruang perpustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan
            etnografi, sehingga menuntut saya untuk mendeskripsikan secara detail atas
            peristiwa-peristiwa yang relevan dengan fokus penelitian ini, berdasarkan
            data  observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi.  Etnografi  merupakan
            metode  penelitian  berdasarkan pengamatan  terhadap  sekelompok  orang
            dengan lingkungan yang alamiah daripada penelitian yang menekankan

            426           Praktik Pemaknaan Pemustaka Digital Natives Atas Ruang Perpustakaan
   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451