Page 450 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 450

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            UGM mengakomodasi kondisi tersebut. Adanya kepentingan lainnya yang
            berasal dari luar, misalnya: kepentingan Badan Akreditasi Nasional (BAN)
            PT  maupun  lembaga  akreditasi  Perpusnas  RI,  kepentingan  standarisasi,
            kepentingan  Tridharma  Perguruan  Tinggi,  kepentingan  institusi  lain,
            maupun kepentingan korporat.  Artinya, dengan kondisi tersebut akan
            terjadi kontestasi berbagai kepentingan.

            Kepentingan Eksternal: Internasionalisasi dan Filantropi “Bersayap”
                Temuan penelitian terkait dengan kepentingan-kepentingan eksternal,
            bisa peneliti kategorisasikan menjadi dua. Pertama, kepentingan eksternal
            yang  digunakan  oleh  Perpustakaan  UGM  untuk  mendukung  proses
            internasionalisasi. Artinya bahwa pada titik itu pihak UGM juga bergerak
            membuka pintu untuk kepentingan eksternal tersebut. Kedua, kepentingan
            eksternal yang sifatnya filantropi bersayap, karena ada kepentingan juga
            bagi  pihak  korporasinya.    Perpustakaan  UGM  menangkap  peluang  dari
            berbagai  kepentingan  perusahaan  untuk  mengembangkan  ruang  dalam
            bentuk  corner yang diatur  berbeda  daripada  ruang lainnya,  walaupun
            disisi  lain  sebenarnya  bisa  saya  katakan  semua  itu  “untuk  menutupi
            manipulasi-manipulasi  yang  dilakukan  oleh  korporat  atas produknya”.
            Dalam tataran ini, menyebabkan kondisi corner-corner tersebut menjadi
            sebuah ruang, padahal  sebenarnya  untuk kepentingan  perusahaannya
            sendiri walaupun maunya perusahaan berdalih sebagai bagian dari
            Corporate  Sosial  Responsibility  (CSR).  Adanya  kepentingan  korporat
            yang pada kenyataannya juga permisif masuk dalam ranah Perpustakaan
            UGM, berarti dalam kondisi demikian, Perpustakaan UGM menyediakan
            adanya  ruang dalam  bentuk  corner karena  motivasinya  juga untuk
            mengakomodasi kepentingan korporat. Perpustakaan UGM berada pada
            posisi yang seolah-olah mengamini dengan bersifat terbuka atas masuknya
            kepentingan  perusahaan,  namun  di  sisi  lain  pada  saat  yang  sama  juga
            mempermasalahkan  karena  keberlangsungannya  tidak  jelas.  Jadi  dalam
            konteks ini, Perpustakaan UGM dalam menyediakan ruang dalam bentuk
            corner untuk mengakomodir kebutuhan pemustaka digital natives, ternyata
            ditunggangi oleh kepentingan industri.

            Akreditasi: Citra dan Visibilitas Institusi
                Temuan  penelitian  terkait  kepentingan  eksternal  lainnya  yang  turut
            serta dalam pengaturan ruang Perpustakaan UGM adalah persoalan “citra
            dan  visibilitas  institusi”.  Hal  ini  berhubungan  dengan,  pertama  adanya
            akreditasi  institusi  UGM  maupun  program  studi  yang  mensyaratkan
            penilaian  dari  unsur  Perpustakaan  UGM  termasuk  di  dalamnya  aspek
            ruang perpustakaan. Selanjutnya yang kedua, karena adanya tuntutan untuk


            430           Praktik Pemaknaan Pemustaka Digital Natives Atas Ruang Perpustakaan
   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454   455