Page 447 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 447
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
latar formalitas. Connaway dan Radford (2017: 197) menyebutkan
bahwa “Ethnography involves establishing rapport, selecting research
participants, transcribing observations and conversations, and keeping
diaries…”. Teknik pengumpulan data yang saya lakukan dan relevan
dengan permasalahannya, yaitu observasi partisipatif, wawancara, dan
dokumentasi. Untuk analisis data, saya memulainya dengan mengumpulkan
data, kemudian menalar dan menganalisis, kemudian kembali untuk melihat
apakah interpretasi bisa digunakan untuk menjelaskan pengalaman baru
(mengumpulkan lebih banyak data), kemudian saya memilah interpretasi
(analisis lebih jauh), dan seterusnya.
IV. DATA DAN PEMBAHASAN
1. DIGITAL NATIVES DALAM KONTEKS PERKEMBANGANNYA
Munculnya Digital Natives
Awalnya Marc Prensky (2001) menyebut istilah digital natives untuk
mendeskripsikan siswa dan digital immigrants untuk mendeskripsikan
gurunya. Asumsi saya bahwa pemustaka digital natives itu sangat
terpengaruh oleh keberadaan teknologi internet, sehingga mereka sudah
terbiasa dengan mencari informasi yang serba instan/cepat melalui internet
dan dinamis dalam berjejaring secara online. Pemustaka digital natives
merupakan generasi yang lahir saat teknologi internet sudah mulai dan
tumbuh berkembang dalam dominasi penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi. Dalam aktivitas sehari-hari dalam akses informasi di
perpustakaan selalu terhubung dengan internet, maka pemustaka digital
natives mempunyai perbedaan signifikan dalam keahlian menggunakan
teknologi informasi dibanding dengan pemustaka sebelumnya.
Digital Natives di Indonesia
Generasi digital natives muncul seiring dengan kemunculan teknologi
komputer di suatu negara. Dalam konteks di Indonesia bahwa kemunculan
komputer sedikit mengalami keterlambatan. Ada perbedaan yang terpaut
sekitar 10 tahun, sehingga lebih lambat dibandingkan dengan orang
Amerika. Jaringan komputer masuk ke Indonesia sekitar akhir tahun 1980-
an. Kehadiran internet sebagai media baru telah menggeser tatanan relasi
komunikasi antarindividu manusia. Hal ini karena dari yang semula bersifat
komunikasi antarmuka secara fisik, lalu bergeser menjadi komunikasi yang
termediasi oleh perangkat teknologi digital. Seiring dengan munculnya
internet di Indonesia, maka dalam konteks Indonesia, generasi yang lahir
setelah tahun 1990-an sudah bisa disebut sebagai awal generasi digital
Endang Fatmawati 427

